Global7.id – Jepara,
Masyarakat Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara sudah jauh-jauh hari mempersiapkan perlengkapan untuk pelaksanaan tradisi Perang Obor.
Tahun ini, Perang Obor di Tegalsambi akan dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2024 mendatang. Sebanyak 350 obor sudah dirakit dan disiapkan untuk pelaksanaan tradisi sedekah bumi di desa tersebut. Perang obor menjadi satu ritual sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Tegalsambi atas kelimpahan panen dan hasil ternak warganya.
Kepala Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Agus Santoso mengatakan pelaksanaan Perang Obor tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga sebagai bentuk pembelajaran terhadap generasi muda supaya ikut melestarikan tradisi.
“Pada prinsipnya, sebagai rasa syukur petani setelah panen, peternak, nelayan yang hasilnya melimpah, pedagang, ini wujud mensyukuri apa yang telah diberikan,” ungkap saat di Balai Desa Tegalsambi, Jumat (10/5/2024).
Selain itu, Santoso menyebut akan ada 40 warga Tegalsambi yang akan menjadi aktor atau pemain pada saat pelaksanaan perang obor.
“Terdiri dari anak-anak muda dan orang tua, supaya bisa meredam jika terjadi emosi,” ungkap Santoso.
Salah satu perakit obor, Karnawi (75) mengungkapkan bahwa bahan yang digunakan untuk membuat obor ini terbuat dari blarak (pelepah kelapa) dan klaras (daun pisang yang sudah kering).
Ada tiga tahap dalam merakit obor tersebut. Pertama yakni mengikat blarak, kemudian mengisi blarak dengan klaras, tahap terakhir menyatukan bahan menjadi obor utuh.
“Kalau saya yang bagian mengikat blaraknya,” ungkap Karnawi yang sudah berpuluh tahun ikut andil dalam membuat obor ini.
Setidaknya, ada tiga warga yang membuat obor untuk tradisi tahunan tersebut. Dalam sehari, kata Karnawi, setiap orang bisa membuat 50 obor dari pagi sampai sore.
“Masyarakat di sini sudah turun temurun melangsungkan tradisi perang obor, sudah menjadi budaya,” ujarnya dalam bahasa Jawa.***
Sumber: SM.










