Berkhasiat, Seratusan Warga Demak antri Minyak Jamas Peninggalan Sunan Kalijaga

Foto, seratusan warga Demak antri minyak jamas di Gedung Pangeran Widjil, Kadilangu, Demak.

Global7.id – Demak,

Seratusan warga mengantre berebut minyak Jamas Pusaka Keris Kyai Carubuk dan Kotang Ontokusumo peninggalan Sunan Kalijaga di Kadilangu, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.


 

Penjamasan pusaka sendiri dilakukan oleh ahli waris Sunan Kalijaga usai sholat Idul Adha tempo hari. Minyak sisa penjamasan ini dipercaya warga membawa berkah dan sebagai sarana kebutuhan warga, lantaran terkena pusaka peninggalan Sunan Kalijaga.


 

Suparyuni (64) warga asal Kelurahan Kadilangu ini mengaku, setiap tahunnya turut meminta minyak penjamasan di hari tradisi pembagian minyak yang dilakukan oleh ahli waris.


 

Kata dia, minyak itu nantinya akan digunakan sebagai sarana pengobatan.

“Saya sakit jantung, terus kaki saya tidak karuan. Mugi-mugi dapat berkahnya Mbah Sunan,” ujar Suparyuni usai mengambil minyak jamas di Gedung Pangeran Widjil, Kadilangu, Jumat (21/6/2024) siang.


 

Menurut Suparyuni, hal itu sudah ia praktikkan tahun lalu. Untuk mengobati lambungnya ia teteskan minyak jamas ke air putih lalu diminum.


 

“Dulu saya sakit lambung, sudah lama. Saya teteskan saya minum,” katanya.


 

Warga lain, Ahmad Riyanto (35) berujar, pembagian minyak untuk masyarakat umum ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu.

Bacaan Lainnya

 

Menurutnya, minyak yang didapat akan disimpan dan digunakan sebagai sarana beragam, baik pengobatan hingga pertanian.


 

“Buat Sarono, buat sendiri kalau ada yang membutuhkan yang lebih penting ya dikasihkan, yang penting buat kepentingan kita bersama lah,” ungkapnya.


 

Sementara Ketua Penjamasan Pusaka Sunan Kalijaga, Raden Sudarto menyebutkan, setidaknya terdapat 2000 botol minyak kecil yang dibagikan kepada masyarakat secara gratis. Tradisi pembagian minyak jamas ini dilakukan H+5 usai penjamasan pusaka Sunan Kalijaga.


 

“Ada dari Purwodadi, Semarang tadi saya tanya, Boyolali ada. Intinya ngalap berkah, barokah dari Eyang Kalijaga,” kata Sudarto usai pembagian minyak jamas.


 

Sudarto menambahkan, banyak masyarakat yang menginginkan minyak jamas karena dipercaya sebagai perantara hajat masing-masing.


 

“Minyaknya itu kan untuk berbagai multi guna nggeh (ya), tergantung hajatnya. Keyakinan dia sendiri apa gitu. Semua itu Allah yang memberikan dengan lantaran dari Eyang Sunan Kalijaga,” ungkapnya.


 

Dia menambahkan, sebelum digunakan untuk penjamasan. Ritual pembuatan minyak melalui proses yang panjang, seperti pemilihan kelapa yang menghadap kiblat, hingga pembuatnya perempuan ahli waris yang sudah menopause dan berpuasa.***

Sumber: KPS.

Pos terkait