Global7.id – Purwakarta,
Suasana bahagia yang seharusnya menjadi momen tak terlupakan berubah menjadi tragedi memilukan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (4/4/2026).
Seorang tuan rumah hajatan bernama Dadang dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan brutal di tengah berlangsungnya pesta pernikahan anaknya sendiri. Peristiwa ini sontak mengguncang warga setempat dan menjadi sorotan publik karena terjadi di momen sakral penuh kebahagiaan.
Kronologi Kejadian
Menurut informasi yang dihimpun, insiden bermula saat acara pernikahan tengah berlangsung meriah. Tamu undangan hadir, suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di lokasi hajatan.
Namun situasi berubah drastis ketika sekelompok pria, diperkirakan berjumlah sekitar 10 orang, datang ke lokasi. Mereka diduga dalam kondisi mabuk dan meminta “jatah” kepada tuan rumah.
Permintaan tersebut ditolak oleh korban. Penolakan inilah yang diduga memicu emosi para pelaku hingga terjadi keributan.
Tanpa diduga, keributan tersebut berujung pada aksi kekerasan. Korban yang saat itu tengah sibuk mengurus jalannya acara justru menjadi sasaran penganiayaan. Ia dipukuli hingga tak sadarkan diri di hadapan keluarga dan para tamu undangan.
Upaya Pertolongan Tak Mampu Menyelamatkan
Warga dan tamu undangan yang berada di lokasi langsung berusaha memberikan pertolongan. Korban sempat mendapatkan penanganan darurat, namun kondisinya terus memburuk.
Nyawa Dadang akhirnya tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang seharusnya tengah berbahagia merayakan pernikahan anaknya.
Istri korban bahkan dilaporkan mengalami syok berat hingga sempat pingsan di lokasi kejadian. Tangis histeris keluarga pecah, menambah suasana pilu di tengah pesta yang berubah menjadi tragedi.
Geger di Grobogan! Pria Diduga ODGJ Ngamuk Bacok 6 Warga, Detik-Detik CCTV Bikin Merinding
Polisi Kejar Pelaku
Pihak kepolisian dari Polres Purwakarta langsung bergerak cepat menangani kasus ini. Hingga saat ini, satu orang terduga pelaku dilaporkan telah menyerahkan diri.
Sementara itu, sembilan pelaku lainnya masih dalam pengejaran aparat. Polisi terus melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, terutama terkait dugaan aksi premanisme yang masih terjadi di lingkungan masyarakat.
Trauma dan Kekhawatiran Warga
Peristiwa tragis ini tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga trauma mendalam bagi warga sekitar. Banyak warga mengaku khawatir kejadian serupa bisa terulang.
Aksi kekerasan di tengah acara keluarga seperti ini dinilai sangat meresahkan dan mencederai rasa aman masyarakat.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting bahwa praktik premanisme masih menjadi ancaman nyata dan perlu penanganan tegas dari aparat serta kesadaran bersama dari masyarakat.
G7/KMP










