Global7.id – Nasional,
Guru SD di Tangsel Diduga Cabuli 16 Murid menjadi sorotan setelah polisi mengungkap fakta mengejutkan dalam kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan sekolah. Pelaku berinisial YP (55) ditangkap di Ciputat, Tangerang Selatan, dan kini menjalani pemeriksaan intensif.
Yang membuat kasus ini makin mengerikan, polisi mengungkap YP disebut kerap memberikan uang jajan Rp 5.000 sampai Rp 10.000 kepada korban setelah aksi pelecehan terjadi.
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Wira Graha Setiawan menegaskan uang tersebut bukan iming-iming sebelum perbuatan dilakukan, melainkan diberikan usai kejadian.
“Kalau diimingi-imingi secara eksplisit tidak, namun memang dari terduga pelaku ini setelah melakukan pelecehan, pelaku memberikan uang jajan sekitar dari Rp 5.000 hingga Rp 10.000,” ujar Wira, Selasa (20/1/2026).
Terbongkar Setelah Orangtua Melapor, Pelaku Ditangkap di Ciputat
Kasus ini terungkap setelah para orangtua korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian pada Senin (19/1/2026). Polisi kemudian bergerak cepat dan menangkap YP di rumahnya di kawasan Ciputat, Tangsel, sekitar pukul 19.00 WIB.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dugaan pelecehan dilakukan di lingkungan sekolah.
Korban Bertambah Jadi 16 Anak, Semua Laki-laki
Awalnya laporan menyebut korban berjumlah sembilan anak, namun dalam pendalaman terbaru polisi mengungkap jumlah korban meningkat menjadi 16 anak, dan semuanya berjenis kelamin laki-laki.
“Dari hasil pemeriksaan dan kita masih mendalami juga, kita temui bahwa periodenya dari tahun 2023 hingga Januari 2026,” ungkap Wira.
Polisi dan UPTD PPA Beri Pendampingan Psikolog
Polisi bersama pihak UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kini memberikan pendampingan psikologis kepada para korban agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.
“Fokus kita selain penegakan hukum kita mau agar para korban ini sembuh dari penyakit yang telah dilakukan oleh terduga pelaku ini,” jelas Wira.
Imbauan Polisi: Jika Ada Korban Lain, Segera Lapor
Polres Tangerang Selatan juga meminta masyarakat, terutama orangtua dan sekolah, tidak menutup-nutupi bila ada korban lain yang belum melapor.
“Kami sangat membuka luas untuk para korban yang sementara ini belum melaporkan… untuk segera melaporkan kepada kami,” tegasnya.
Saat ini, YP masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polres Tangsel untuk pendalaman kasus dan kemungkinan adanya korban tambahan.
G7/KMP










