Global7.id – Jepara,
Dikarenakan sering gagal panen akibat banjir yang terjadi di Kabupaten Jepara pada Januari hingga Maret 2023 mengakibatkan 1.587,6 hektare lahan pertanian di 47 Desa yang tersebar di 11 kecamatan mengalami gagal panen.
Akhirnya, bantuan Stimulan gagal panen bagi petani di Kabupaten Jepara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah cair.
Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Muh Ali Wibowo, mengatakan, bantuan tersebut diberikan kepada 3.003 petani dengan total sebesar Rp12,7 miliar.
Bantuan tersebut akan disalurkan melalui 76 kelompok tani (poktan) untuk kemudian dibagikan kepada masing-masing petani.
“Bantuan petani puso terdampak banjir 2023, alhamdulillah sudah cair bulan ini. InsyaAllah segera kami distribusikan kepada kelompok tani. Kelompok tani kemudian menyalurkan kepada masing-masing anggotanya,” katanya, Sabtu (28/12/2024) mengutip dari portal BetaNews.
Meskipun penyalurannya melalui Kelompok Tani, ia memastikan bahwa bantuan tersebut tidak ada potongan apapun. Sedangkan untuk besaran yang diterima masing-masing petani bervariasi tergantung besaran lahan sawah milik petani yang mengalami kerugian.
Ia mengatakan, proses penyaluran bantuan saat ini dalam tahap pemindahan ke buku rekening masing-masing petani. Ia berharap, bantuan tersebut dapat segera sampai ke masing-masing petani.
“InsyaAllah ini nanti langsung bisa diterima petani dan tanpa potongan sepeserpun,” ujarnya, Sabtu (28/12).
Salah satu petani dari Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Nur Khamdan (69), mengaku senang dengan cairnya bantuan tersebut.
Terlebih, saat terjadi bencana banjir tahun lalu, lahan sawah miliknya seluas 5 hektare mengalami gagal panen. Kerugian yang ia alami per 0,74 hektare atau satu bahu sebesar Rp5 juta, sehingga total ia mengalami kerugian sekitar Rp30-35 juta.
Menurutnya, bantuan ini sangat berarti. Sebab saat ini memang sudah mulai memasuki masa tanam. Bantuan yang diterimanya akan digunakan untuk membeli pupuk dan berbagai operasional lainnya.
“Alhamdulillah senang akhirnya cair, buat beli abuk (pupuk), abuknya ini mahal, susah juga,” tutupnya.***
Sumber: BTN.










