Global7.id – Samarinda,
Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan ke rumah Rusmina, seorang lansia terlantar yang bekerja sebagai penjual peyek dan membutuhkan bantuan mendesak. Kunjungan ini berlangsung pada Senin (5/8/2024) di sebuah rumah kontrakan di gang depan Terminal Lempake, Samarinda.
Pekerja Sosial Ahli Pertama, Agus Winaryo, mengatakan, sebelumnya pada malam Senin, Dinas Sosial telah menerima laporan mengenai kondisi Rusmina yang sedang sakit.
“Setelah upacara pagi, hari ini tim Dinas Sosial langsung mengunjungi lokasi untuk memeriksa keadaan Ibu Rusmina,” ujarnya kepada Jurnalborneo.com pada Senin (5/8/2024).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, tambahnya, Rusmina merantau ke Kalimantan Timur pada tahun 2012 dan menikah dengan seorang pria dari Surabaya pada tahun 2016 setelah bercerai dari suami sebelumnya.
Rusmina dan suaminya menghadapi kesulitan keuangan setelah Rusmina mengalami stroke ringan sebulan lalu. Suaminya, yang sebelumnya bekerja sebagai tukang dan membantu Rusmina dalam usaha penjualan peyek, harus berhenti bekerja untuk merawat istrinya. Tanpa pemasukan tetap dan tanpa memiliki BPJS atau KIS, mereka bergantung pada simpanan yang semakin menipis.
Awalnya, suami Rusmina mengira istrinya hanya mengalami sakit maag dan membawanya ke puskesmas. Namun, karena keterbatasan tenaga medis, hanya diberikan obat maag biasa. Kondisi Rusmina tidak kunjung membaik, dan akhirnya setengah bagian tubuhnya mengalami mati rasa.
“Setelah mendapatkan diagnosa stroke ringan dari seorang mantri, Ibu Rusmina mulai menjalani terapi yang menunjukkan perbaikan signifikan,” ujarnya.
Ia menyebut, telah memberikan bantuan berupa sembako dan obat-obatan untuk mendukung kebutuhan Rusmina dan suaminya. pihaknya juga telah menghubungi anak Rusmina yang bekerja di Bima, NTB, dan berencana untuk menjenguk serta membawa Rusmina pulang ke Jepara.
“Kami siap memfasilitasi biaya pemulangan serta administrasi yang diperlukan untuk kepulangan Ibu Rusmina dan keluarganya, namun saat ini kami masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak keluarga di Jepara untuk memastikan bahwa mereka siap menerima dan merawat Ibu Rusmina,” ucap Agus.
Ia juga berkomitmen untuk memastikan bahwa bantuan ini dapat dilakukan dengan cepat dan efektif, serta membantu keluarga Rusmina dalam mengatasi situasi sulit ini.
Agus berharap, agar proses koordinasi dengan anak Rusmina dapat segera menghasilkan keputusan yang jelas. Kehadiran dan dukungan anak Rusmina sangat penting dalam menentukan langkah selanjutnya, termasuk rencana pemulangan Rusmina ke Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara.
Sementara itu Kamidun, Putra Rusmina yang dikenal Mbah Peyek, saat di konfirmasi jurnalborneo.com melalui telpon WhatsApp menyatakan siap menerima ibunya.
“Saya siap menerima ibu di Jepara, namun kondisi ekonomi kami yang tidak memungkinkan untuk menjemput ibu, makanya kami minta bantu relawan dari PWI Kaltim Peduli untuk memfasilitasi kepulangan ibu,” pungkasnya.***
Sumber: Jurnal Borneo.










