Global7.id – Jepara,
Kuota solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Jepara tidak mencukupi. Selain karena ada masalah operasional, kuota solar di SPBN itu berkurang.
Wasiyanto, kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jepara menyebut kuota solar di SPBN seharusnya dapat jatah 500 kiloliter per hari. Tetapi dikurangi 120 kiloliter per hari atau jadi 380 kiloliter per hari.
”Padahal, SPBN tersebut (Ujungbatu, Red) menjadi satu-satunya SPBN yang beroperasi di Jepara,” ujarnya dalam rapat koordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Gedung Shima (05/09).
Sementara SPBN lain seperti SPBN Kedungmalang tidak dapat beroperasi maksimal. Bahkan SPBN Mlonggo masih rusak. Akhirnya semua nelayan menuju satu SPBN yakni Ujungbatu.
“Seluruh nelayan Jepara ke Ujungbatu, Jepara. Akhirnya ya (solar, Red) tidak bisa mencukupi,” katanya.
Soal SPBN Mlonggo yang sudah tidak lama beroperasi, pihaknya telah mengadakan rapat dengan pihak Migas dan Pertamina.
”Dalam pertemuan itu kami minta jatah triwulan pertama agar bisa diberikan ke triwulan ketiga. Tapi tidak bisa,” ungkap Wasiyanto.
Di SPBN Ujungbatu sekitar pukul 10:45 kemarin. Tampak di depan pompa bensin lebih dari 100 jeriken kosong menunggu untuk diisi.
Berdasarkan informasi yang didapat wartawan dari nelayan setempat, jeriken tersebut jumlahnya banyak saat pagi.
“Kalau yang antri pagi lebih banyak lagi,” ungkap salah seorang warga.
Solikhul, ketua Forum Nelayan wilayah utara mengatakan, “Nelayan komunitasnya telah lama menantikan solar. Masa kami disuruh sampai ke Ujungbatu. Beberapa kali kami bolak-balik ke sana (Ujungbatu) tidak dapat hasil. Ke SPBU juga sulit. Kami ini nelayan sudah susah masak mau dibuat susah lagi,” ujar Solikhul.
Sebelumnya, beberapa kelompok nelayan juga mengeluhkan kondisi kelangkaan solar. Ada juga beberapa nelayan yang sudah tidak melaut dua hingga tiga hari karena kesulitan BBM bersubsidi.***
Sumber: RK.
Tag










