Global7.id – Purwakarta,
Tragedi memilukan mengguncang warga Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta. Seorang ayah yang tengah berbahagia menikahkan anaknya justru meregang nyawa setelah menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok preman, Minggu (5/4/2026).
Korban, Dadang, tewas setelah menolak permintaan uang sebesar Rp500 ribu yang diduga merupakan aksi pemalakan oleh para pelaku. Peristiwa ini sontak menyulut kemarahan publik dan kembali menyoroti maraknya aksi premanisme di tengah masyarakat.
Awal Mula: Dari Rp100 Ribu Hingga Berujung Nyawa Melayang
Berdasarkan kesaksian keluarga, kejadian bermula saat sekelompok pemuda datang ke lokasi resepsi dan meminta uang sebesar Rp100 ribu. Demi menghindari keributan, pihak keluarga menuruti permintaan tersebut.
Namun situasi berubah mencekam sekitar satu jam kemudian.
Kelompok yang sama kembali datang dan meminta uang dengan nominal lebih besar, yakni Rp500 ribu. Kali ini, korban menolak.
Penolakan itulah yang menjadi pemicu tragedi berdarah.
Dikeroyok Brutal di Luar Tenda Hajatan
Korban sempat keluar dari tenda resepsi sebelum akhirnya diserang secara brutal oleh beberapa pelaku. Tidak hanya korban, adiknya yang berusaha membantu juga ikut menjadi sasaran pengeroyokan.
Dalam kondisi kritis, korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun nahas, nyawanya tidak tertolong.
Suasana bahagia yang seharusnya menjadi momen sakral berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga.
Kesaksian Keluarga: “Kakak Saya Dikeroyok Tiga Orang”
Adik korban mengungkapkan bahwa aksi pengeroyokan berlangsung cepat dan brutal.
Ia menyebut kakaknya dikeroyok oleh beberapa orang secara bersamaan, sementara dirinya juga sempat menjadi korban kekerasan oleh kelompok yang lebih besar.
Kesaksian ini semakin memperjelas bahwa tindakan pelaku bukan sekadar keributan biasa, melainkan aksi kekerasan yang terorganisir.
Baca Juga: Innalillahi… Hari Bahagia Berubah Duka, Tuan Rumah Tewas Dianiaya di Acara Nikahan Anak
Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Pihak kepolisian kini telah mengantongi identitas para pelaku dan tengah melakukan pengejaran. Kasus ini menjadi perhatian serius aparat karena menyangkut aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.
Polisi memastikan akan menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku.
Premanisme Kembali Jadi Sorotan Nasional
Peristiwa ini kembali membuka luka lama terkait praktik pemalakan yang masih terjadi di berbagai daerah. Banyak pihak menilai tindakan tegas aparat sangat dibutuhkan untuk memberikan efek jera.
Masyarakat pun berharap kejadian serupa tidak terulang, terutama di momen sakral seperti hajatan keluarga.
Duka di Balik Kebahagiaan: Resepsi Berubah Jadi Tragedi
Kematian Dadang menjadi simbol betapa rapuhnya rasa aman di tengah masyarakat ketika aksi premanisme dibiarkan tumbuh.
Dari hanya Rp500 ribu, sebuah nyawa melayang. Sebuah keluarga hancur. Dan sebuah pesta berubah menjadi tragedi.
G7/KMP










