Global7.id – Brebes
Warga Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, Brebes digegerkan oleh penemuan tragis dua jasad pria di atas atap masjid. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (25/3/2026) itu bermula dari bau menyengat misterius yang sempat mengganggu aktivitas ibadah jemaah.
Awalnya, bau tak sedap tersebut dikira berasal dari bangkai hewan. Namun, kecurigaan mulai muncul ketika seorang marbot masjid mendapati kejadian tak biasa: belatung tiba-tiba jatuh dari bagian langit-langit masjid saat ia berada di dalam.
Temuan itu langsung membuat panik. Marbot bersama warga kemudian berinisiatif menelusuri sumber bau dan belatung tersebut. Pencarian mengarah ke bagian atas bangunan, tepatnya di area kubah Masjid Miftahul Janah.
Betapa terkejutnya mereka saat menemukan dua sosok pria dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan membusuk di atas atap masjid. Kondisi jasad yang sudah membusuk membuat bau menyengat semakin kuat dan menyebar hingga ke dalam area ibadah.
Kedua korban diketahui bernama Iwan dan Bambang. Mereka merupakan warga yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak beberapa hari sebelum Hari Raya Idulfitri, tepatnya Jumat (20/3/2026). Keduanya terakhir terlihat berada di sekitar masjid tersebut.
Sekretaris Desa Pengaradan, Dwi Andriyanto, mengungkapkan bahwa sebelum dinyatakan hilang, Iwan sempat memiliki urusan keluarga yang ingin diselesaikan. Ia kemudian mendatangi seorang kerabat dengan ditemani Bambang.
“Saat itu mereka sempat bertemu dengan sepupu Iwan yang sedang berada di atap masjid untuk memperbaiki lampu,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya sempat berbincang dan kemudian pamit untuk turun dari atap. Namun setelah itu, mereka tidak pernah terlihat lagi. Bahkan hingga Hari Raya Idulfitri, keduanya tidak kembali ke rumah, membuat keluarga mulai khawatir.
“Motor mereka masih terparkir di depan masjid, tapi orangnya tidak ada. Itu yang membuat warga bingung,” tambahnya.
Kehilangan yang awalnya misterius itu akhirnya terjawab dengan cara yang mengejutkan. Setelah beberapa hari, jasad keduanya ditemukan dalam kondisi membusuk di lokasi yang sama terakhir kali mereka terlihat.
Proses evakuasi pun dilakukan oleh petugas pada Rabu malam. Karena posisi jasad berada di ketinggian dan sulit dijangkau, evakuasi dilakukan dengan menggunakan tali dan peralatan khusus. Proses ini berlangsung cukup dramatis dan menyita perhatian warga sekitar.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian kedua korban masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun dugaan sementara mengarah pada kecelakaan akibat sengatan listrik.
Di area atap masjid, terdapat sejumlah instalasi kabel listrik yang cukup berisiko. Diduga, korban tersengat aliran listrik saat hendak turun dari atap, sehingga menyebabkan keduanya meninggal dunia di lokasi.
“Kalau dilihat memang banyak kabel di atas. Kemungkinan mereka tersengat listrik, tapi ini masih dugaan sementara,” jelas Dwi.
Peristiwa ini sontak menjadi perhatian publik setelah video dan informasi terkait penemuan tersebut beredar di media sosial. Banyak warganet yang mengaku merinding sekaligus prihatin atas kejadian tersebut.
Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama saat berada di area berisiko seperti instalasi listrik di ketinggian. Selain itu, kejadian ini juga menegaskan pentingnya respons cepat terhadap laporan orang hilang.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika ada anggota keluarga yang tidak pulang dalam waktu lama atau jika menemukan hal mencurigakan di lingkungan sekitar.
Dari bau menyengat yang awalnya dianggap sepele, terungkap sebuah tragedi memilukan yang menyisakan duka mendalam. Kisah ini menjadi bukti bahwa tanda-tanda kecil di sekitar kita bisa menyimpan fakta besar yang tak terduga.
G7/KMP










