Global7.id – Jepara,
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara kembali menjadi sorotan. Salah satu dapur penyedia program tersebut, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mulyoharjo, dilaporkan mendadak menghentikan operasionalnya pada Senin, 9 Maret 2026.
Penutupan dapur MBG itu diduga dipicu oleh konflik internal antara pihak yayasan dan mitra penyedia bahan baku, sehingga distribusi makanan bergizi kepada siswa di sejumlah sekolah harus dihentikan sementara.
Informasi mengenai penutupan operasional dapur tersebut pertama kali beredar melalui pesan yang berisi permohonan maaf dari pihak pengelola SPPG. Dalam pesan itu disebutkan bahwa pendistribusian makanan bergizi kepada sekolah-sekolah dihentikan sementara karena adanya kendala internal.
Namun, penyebab detail persoalan tersebut belum dijelaskan secara rinci oleh pihak pengelola.
Koordinator Wilayah Benarkan Penutupan
Koordinator wilayah SPPG Kabupaten Jepara, Wildan Musthofa, membenarkan bahwa dapur MBG di wilayah Mulyoharjo tersebut memang telah berhenti beroperasi sejak hari ini.
Menurutnya, keputusan penutupan operasional itu dilakukan secara sepihak tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan pihak koordinator wilayah.
“SPPG tersebut berhenti operasional sepihak. Mereka tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan kami,” ujar Wildan saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).
Wildan menjelaskan, berdasarkan informasi sementara yang diterimanya, permasalahan internal antara pihak yayasan pengelola dan mitra kerja menjadi pemicu utama penghentian kegiatan dapur MBG tersebut.
Perbedaan pandangan terkait pengelolaan program diduga membuat hubungan kedua pihak tidak lagi sejalan.
Diduga Ada Perselisihan antara Mitra dan Yayasan
Konflik internal yang terjadi disebut-sebut berkaitan dengan ketidaksinkronan antara yayasan pemilik SPPG dan mitra yang bertugas menyediakan bahan baku makanan.
Menurut laporan yang diterima oleh koordinator wilayah, perbedaan visi tersebut bahkan berdampak pada operasional dapur.
“Ada informasi yang masuk kepada saya bahwa kepala SPPG bahkan tidak diperbolehkan masuk ke dapur. Kuncinya masih dipegang oleh mitra,” jelas Wildan.
Situasi tersebut membuat operasional dapur MBG praktis tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya, sehingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah terpaksa dihentikan sementara waktu.
Baru Beroperasi Sekitar Sebulan
Wildan mengaku sangat menyayangkan penutupan mendadak tersebut. Pasalnya, SPPG Mulyoharjo baru beroperasi sekitar satu bulan terakhir.
Dalam waktu singkat itu, dapur tersebut telah melayani lebih dari seribu penerima manfaat dari berbagai sekolah.
Data sementara menyebutkan bahwa dapur MBG tersebut melayani sekitar 1.074 siswa penerima program makan bergizi gratis.
Penghentian operasional secara tiba-tiba tentu berdampak langsung pada para siswa yang selama ini menerima manfaat dari program tersebut.
“Ini sangat disayangkan karena yang terdampak adalah anak-anak sebagai penerima manfaat program,” kata Wildan.
Baca Juga: Viral di Jepara! Orang Tua Temukan Belatung Hidup di Roti Program MBG Anak PAUD di Pecangaan
Akan Dilakukan Penyelidikan dan Mediasi
Pihak koordinator wilayah menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti penyebab konflik internal tersebut.
Selain itu, pihaknya juga berupaya memediasi kedua pihak yang berselisih agar operasional dapur MBG bisa kembali berjalan normal.
Wildan menegaskan bahwa penghentian operasional SPPG tidak seharusnya dilakukan secara sepihak, karena mekanisme penghentian program harus melalui prosedur tertentu.
Menurutnya, keputusan penghentian layanan dapur MBG sebenarnya berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN) di tingkat pusat.
“Saya akan segera menelusuri masalah ini. Tidak seharusnya SPPG berhenti secara tiba-tiba seperti ini. Pemberhentian operasional harus melalui Badan Gizi Nasional,” tegasnya.
Program MBG Kembali Jadi Sorotan
Kasus ini menambah daftar persoalan yang belakangan muncul dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.
Sebelumnya, program tersebut juga sempat menuai perhatian publik setelah muncul laporan mengenai menu makanan yang ditemukan mengandung belatung di beberapa wilayah, termasuk di Jepara dan Grobogan.
Peristiwa tersebut membuat masyarakat semakin menyoroti pengawasan kualitas dan manajemen program MBG.
Meski demikian, pemerintah pusat menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu program prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
G7/KMN










