Malam Mencekam di Lombok Timur! Warga Ngamuk Rusak Dapur MBG, Ini Pemicu Sebenarnya

Foto, Malam Mencekam di Lombok Timur! Warga Ngamuk Rusak Dapur MBG, Ini Pemicu Sebenarnya

Global7.id – Lombok Timur, 

Suasana malam di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, mendadak mencekam setelah warga melakukan aksi pengerusakan terhadap bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (17/2/2026) malam.

 

Aksi tersebut diduga dipicu polemik status lahan yang digunakan untuk pembangunan dapur MBG yang disebut-sebut merupakan tanah wakaf. Sejumlah fasilitas bangunan seperti gerbang dan kanopi dilaporkan menjadi sasaran amukan massa.

 

Video yang beredar memperlihatkan warga mendatangi lokasi dan meluapkan kekecewaan mereka dengan merusak bagian bangunan yang baru berdiri itu. Kejadian ini langsung menjadi sorotan publik, terutama karena program MBG tengah menjadi perhatian nasional.

 

Lokasi Kini Sepi, Dipasangi Garis Polisi

Pantauan di lokasi pada Rabu (18/2/2026), bangunan dapur MBG tampak sepi aktivitas. Garis polisi terpasang di sekitar area sebagai tanda proses penyelidikan masih berlangsung. Bekas material dan puing-puing juga terlihat menumpuk di depan gerbang.

 

Kepala Desa Paok Lombok, Rasidi, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 20.00 WITA dan dirinya mengetahui peristiwa itu setelah menerima laporan dari warga.

 

“Kejadiannya tadi malam. Saya kebetulan tidak berada di lokasi dan mendapat laporan sebelum waktu Isya,” ujar Rasidi.

 

Diduga Dipicu Sengketa Status Tanah

Bacaan Lainnya

Menurut Rasidi, konflik bermula dari keberatan sebagian warga terkait status lahan pembangunan yang disebut merupakan tanah wakaf. Sebelumnya, warga juga sempat melakukan aksi demonstrasi menuntut agar lokasi dapur MBG dipindahkan.

 

Meski begitu, pemerintah desa sebenarnya telah memfasilitasi musyawarah antara masyarakat dan pengurus yayasan yang mengelola pembangunan.

 

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa pembangunan dapur tetap dilanjutkan karena dianggap bisa membawa manfaat ekonomi bagi pondok pesantren setempat.

 

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi dan sepakat melanjutkan pembangunan. Salah satu alasannya karena adanya pendapatan yang bisa mendukung pondok pesantren,” jelas Rasidi.

 

Konflik Lama yang Kembali Meletup

Insiden pengerusakan ini menambah panjang daftar polemik terkait implementasi program MBG di wilayah Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya, isu distribusi dan operasional dapur MBG juga sempat viral di media sosial, termasuk keluhan siswa yang belum merasakan manfaat program tersebut.

 

Situasi di lapangan menunjukkan adanya ketegangan antara kebutuhan percepatan pembangunan program nasional dan dinamika sosial masyarakat lokal yang harus dikelola secara hati-hati.

 

Harapan Penyelesaian Secara Kekeluargaan

Pemerintah desa berharap insiden ini menjadi kejadian terakhir. Rasidi mengajak semua pihak untuk mengedepankan dialog daripada aksi destruktif.

 

“Kami berharap setiap kritik disampaikan dengan cara duduk bersama. Apa pun masalahnya, mari cari solusi secara kekeluargaan,” tegasnya.

 

Sorotan Publik Makin Besar

Kasus ini dengan cepat menarik perhatian masyarakat luas karena melibatkan program strategis pemerintah yang menyasar pemenuhan gizi anak-anak. Banyak pihak kini menunggu langkah lanjutan aparat serta solusi konkret agar program dapat berjalan tanpa konflik sosial.

 

G7/DTK

Pos terkait