Global7.id – Jepara,
Tragedi tenggelam terjadi di Sungai Kalisalak, Desa Mindahan Kidul, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Minggu (15/2/2026) sore. Seorang pria bernama Edy Stiawan (36) ditemukan warga dalam kondisi tengkurap di bawah jembatan sungai dan dinyatakan meninggal dunia.
Korban diketahui bernama E.S (36), warga RT 02 RW 01 Desa Mindahan Kidul. Penemuan jasad korban mengejutkan warga sekitar yang tidak menyangka kejadian memilukan tersebut terjadi di lokasi yang biasa menjadi tempat warga beraktivitas sehari-hari.
Kronologi kejadian bermula ketika saksi pertama, A (48), bersama tiga rekannya pulang dari memancing ikan di aliran Sungai Kalisalak. Sekitar pukul 14.30 WIB, saat melintasi jembatan sungai, mereka melihat sesuatu yang mencurigakan di bawah rimbunan daun pisang yang tumbuh di sekitar bantaran sungai. Dari atas jembatan, terlihat seseorang dalam posisi tengkurap dan tidak bergerak.
Merasa ada yang tidak beres, A, bersama teman-temannya mencoba memastikan dari kejauhan. Setelah beberapa saat memperhatikan dan tidak melihat adanya respons dari orang tersebut, rasa khawatir pun muncul. A, kemudian berinisiatif menuju rumah ketua RT untuk melaporkan kejadian itu agar segera mendapat penanganan.
Namun, karena tidak bertemu dengan ketua RT, informasi tersebut disampaikan kepada salah satu warga bernama S, (50) serta warga lain di sekitar lokasi. Mendengar kabar tersebut, warga langsung berbondong-bondong menuju jembatan sungai untuk memastikan kondisi korban.
Suasana di lokasi mendadak ramai. Warga yang berdatangan terlihat cemas sekaligus penasaran. Beberapa orang mencoba mendekat secara hati-hati ke area bawah jembatan yang dipenuhi dedaunan dan semak di sekitar aliran sungai. Setelah diperiksa, korban diketahui sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Selain A, terdapat beberapa saksi lain yang berada di lokasi maupun mengetahui awal kejadian. Mereka antara lain R, (40), Z, (16), serta SM, semuanya warga RT 02 RW 01. Keterangan para saksi memperkuat bahwa korban pertama kali ditemukan dalam posisi tengkurap di bawah dedaunan pisang tepat di bawah jembatan sungai.
Lokasi Sungai Kalisalak sendiri dikenal sebagai area yang cukup sering dikunjungi warga, baik untuk memancing maupun sekadar beraktivitas di sekitar aliran air. Meski terlihat tenang, kondisi sungai bisa berubah sewaktu-waktu tergantung debit air dan kontur dasar sungai yang tidak selalu terlihat dari permukaan.
Warga sekitar mengaku syok atas kejadian tersebut. Korban dikenal sebagai pribadi yang cukup dekat dengan lingkungan sekitar sehingga kabar meninggalnya cepat menyebar dan menimbulkan rasa duka mendalam di kalangan masyarakat Desa Mindahan Kidul.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti korban tenggelam masih belum diketahui secara pasti. Tidak ada informasi awal yang menyebut adanya unsur kekerasan atau hal mencurigakan di lokasi penemuan. Dugaan sementara, korban mengalami kecelakaan saat berada di sekitar sungai hingga akhirnya tenggelam.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi warga untuk lebih berhati-hati ketika berada di area sungai. Sejumlah warga menilai bahwa meskipun sungai terlihat aman, kondisi arus dan kedalaman air bisa berubah tanpa disadari, terlebih saat musim dengan cuaca yang tidak menentu.
Dari kejadian ini, warga berharap ada peningkatan kesadaran bersama mengenai keselamatan di area perairan. Aktivitas seperti memancing, mandi, atau sekadar melintas di sekitar sungai perlu dilakukan dengan kewaspadaan ekstra, terlebih jika berada sendirian atau di lokasi yang minim pengawasan.
Kejadian tragis di Sungai Kalisalak bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi refleksi bagi masyarakat sekitar tentang pentingnya saling peduli terhadap kondisi lingkungan. Respons cepat para saksi yang segera melaporkan temuan mereka dinilai membantu mempercepat penanganan di lapangan, meski nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Kini, suasana duka masih terasa di lingkungan RT 02 RW 01 Desa Mindahan Kidul. Warga terus berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Banyak yang berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa musibah bisa datang kapan saja dan di mana saja. Kewaspadaan, kepedulian antarsesama warga, serta perhatian terhadap keselamatan di lingkungan sekitar menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan.
Peristiwa sore itu akan selalu diingat warga Mindahan Kidul sebagai hari ketika suasana tenang di tepi Sungai Kalisalak berubah menjadi kesedihan mendalam akibat kehilangan salah satu warganya.
G7/OBNX










