Global7.id – Jepara,
Kepolisian Resor (Polres) Jepara memastikan keamanan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berlangsung aman dan kondusif. Jajaran kepolisian menyiagakan personel di berbagai objek wisata populer dengan sistem Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli dialogis, pengamanan terbuka, serta pengawasan langsung di lapangan.
Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas Polres Jepara AKP Dwi Prayitna menegaskan, pengamanan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat bisa menikmati libur akhir tahun dengan aman, nyaman, dan tanpa gangguan.
“Personel kami siagakan di tempat-tempat wisata untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Kami juga mengingatkan orang tua agar selalu waspada, terutama saat anak-anak berada di wahana air,” tegas AKP Dwi, Minggu (4/1/26).
Destinasi Wisata yang Dijaga Ketat
Pengamanan difokuskan di destinasi favorit yang diprediksi dipadati wisatawan, di antaranya:
- Karimunjawa
- Pantai Bandengan
- Pantai Kartini
- Pantai Benteng Portugis
- Pantai Teluk Awur
- Hutan Wisata Sreni
- Pulau Panjang
- Air Terjun Jurang Nganten
- dan objek wisata lain di wilayah Jepara
Orang Tua Diminta Ekstra Waspada di Wahana Air
Momentum liburan seringkali memicu kelalaian pengawasan anak. Polres Jepara menegaskan pentingnya kewaspadaan guna mencegah kecelakaan di area pantai, kolam, hingga wahana air lainnya.
“Sudah banyak kejadian saat libur panjang, anak-anak menjadi korban karena kurangnya pengawasan. Kami berharap hal tersebut tidak terjadi di Jepara,” ujar AKP Dwi.
Waspada Kejahatan! Ini Pesan Polres
Polres Jepara juga mengingatkan masyarakat agar: menjaga barang berharga.
- menghindari kejahatan jalanan seperti pencopetan & penjambretan
- waspada penipuan bermodus gendam
- mematuhi arahan petugas
“Kami siap memberikan pelayanan dan pengamanan maksimal. Jika melihat potensi gangguan kamtibmas, segera lapor ke petugas,” pungkasnya.
Dengan pengamanan ketat ini, Polres Jepara berharap libur Nataru berjalan aman, tertib, dan penuh kenyamanan bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.
G7/HMS










