Global7.id – Rejang Lebong | Rabu 31 Desember 2025,
Peristiwa menghebohkan terjadi di Kabupaten Rejang Lebong setelah seorang pria Rejang Lebong gantung diri usai menuliskan curahan hati mengenai masalah keluarga di akun Facebook miliknya. Kejadian ini terjadi pada Selasa subuh, 30 Desember 2025 sekitar pukul 04.30 WIB dan langsung membuat warga sekitar panik dan heboh. Peristiwa tersebut kini dalam penanganan pihak kepolisian.
Pria berinisial ADP (29), warga Kecamatan Selupu Rejang, diduga nekat mengakhiri hidupnya setelah mengalami tekanan batin yang cukup berat. Sebelum kejadian, korban terlebih dahulu menuliskan sebuah status panjang di media sosial Facebook yang berisi keluhan, curhat, hingga dugaan konflik keluarga yang tengah dihadapinya. Status tersebut viral dan menjadi pembicaraan warga karena dinilai bernada emosional dan seperti memberi sinyal bahaya.
Kakak kandung korban menjadi salah satu orang yang paling khawatir setelah membaca unggahan tersebut. Ia mengaku langsung merasa tidak tenang dan memutuskan untuk memastikan kondisi adiknya. Saat mendatangi lokasi, keluarga dibuat terpukul setelah mendapati korban sudah tidak bernyawa. Peristiwa ini sontak membuat warga sekitar geger dan langsung melaporkannya kepada aparat kepolisian.
Kepala Seksi Humas Polres Rejang Lebong, AKP Sinar Simanjuntak, membenarkan adanya peristiwa ini. Pihak kepolisian kemudian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan. Menurutnya, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penyebab pria Rejang Lebong gantung diri tersebut. Polisi juga meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan foto maupun informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Pihak keluarga awalnya curiga setelah melihat status korban di Facebook. Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan sudah meninggal dunia. Saat ini kasus masih kita tangani dan sedang dilakukan pendalaman,” ujar AKP Sinar.
Dugaan sementara, tindakan nekat tersebut dipicu oleh masalah keluarga yang cukup rumit. Dari informasi yang berkembang, korban disebut tengah menghadapi persoalan internal keluarga yang berkaitan dengan tekanan psikis serta konflik tertentu. Namun demikian, polisi belum memastikan secara detail penyebab pastinya dan meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi.
Peristiwa gantung diri di Rejang Lebong ini tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menyisakan keprihatinan mendalam bagi masyarakat. Banyak warga mengaku tidak menyangka karena selama ini korban dikenal masih aktif berinteraksi di media sosial. Unggahan curhat yang ditulis korban kemudian menjadi pembahasan hangat karena dinilai sebagai bentuk jeritan hati yang terlambat disadari.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat penting bahwa media sosial sering kali menjadi tempat pelarian seseorang untuk menyampaikan beban mental yang tidak bisa diungkapkan secara langsung. Ketika seseorang mulai memposting curhatan emosional, kalimat bernada keputusasaan, atau menunjukkan tekanan batin berat, hal itu seharusnya menjadi alarm bagi keluarga dan orang-orang terdekat.
Pihak kepolisian dan tokoh masyarakat mengimbau agar masyarakat tidak hanya fokus pada kehebohan peristiwa, tetapi juga menjadikannya sebagai pelajaran bersama. Kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar sangat dibutuhkan, terutama ketika melihat ada tanda-tanda seseorang sedang berada dalam tekanan berat. Dukungan moral, komunikasi yang baik, serta pendampingan dari keluarga dan orang terdekat sangat berperan penting untuk mencegah hal-hal serupa terulang.
Selain itu, tenaga kesehatan juga menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan mental. Jika ada anggota keluarga atau kerabat yang menunjukkan gejala stres berat, depresi, atau gangguan emosional lain, sangat disarankan untuk mengajak mereka berdiskusi, mencari bantuan profesional, atau mendatangi layanan kesehatan. Mengambil langkah untuk mencari pertolongan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian.
Polisi berharap masyarakat tidak menyebarkan konten sensitif seperti foto atau video kejadian karena dapat melukai perasaan keluarga yang sedang berduka. Selain itu, penyebaran informasi yang tidak benar juga berpotensi menimbulkan stigma serta kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Saat ini, kasus pria Rejang Lebong gantung diri tersebut masih terus ditangani kepolisian. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan kronologi lengkap serta faktor penyebabnya. Pihak keluarga juga masih dalam kondisi duka mendalam dan meminta doa serta dukungan masyarakat.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan masyarakat semakin peduli dengan kondisi mental orang-orang di sekitarnya. Setiap unggahan di media sosial, terlebih yang bernada emosional, perlu diperhatikan sebagai tanda bahwa seseorang mungkin sedang membutuhkan bantuan.
G7/TEAM










