Tragis di Minggu Pagi, Pekerja Angkut Kayu Jati Asal Jepara Meninggal Terperosok Jurang di Perbukitan Rembang

Foto, Manol kayu jati yang terkena musibah

Global7.id – Rembang,

Hari Minggu yang seharusnya menjadi waktu beristirahat berubah menjadi hari naas bagi seorang pekerja manol kayu jati (ojek angkutan kayu) asal Mayong, Kabupaten Jepara. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja di kawasan perbukitan Desa Pacing, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Minggu 14/12/25.

 

Peristiwa tragis itu terjadi pada pagi hari saat wilayah setempat diselimuti kabut tebal dan diguyur hujan lebat sejak dini hari. Kondisi cuaca ekstrem tersebut turut mengiringi aktivitas para pekerja manol kayu yang telah dua hari terakhir melakukan penebangan kayu jati di kebun perbukitan wilayah Sedan.

 

Kayu jati berdiameter cukup besar hasil tebangan diangkut menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi khusus untuk mengangkut kayu. Biasanya, proses pengangkutan dilakukan dengan sistem pengawalan, di mana setiap satu kali perjalanan minimal dilakukan oleh dua orang demi faktor keselamatan.

 

Kronologi Menurut Keterangan Saksi

Seorang saksi yang juga rekan kerja korban (tidak disebutkan namanya) menuturkan bahwa dirinya sempat membantu korban menaikkan kayu ke atas sepeda motor yang dikendarai korban. Namun, pada perjalanan tersebut, korban justru mengangkut kayu seorang diri, sementara rekan-rekan lainnya menunggu di lokasi penebangan.

 

“Biasanya tidak pernah sendiri, selalu ada yang mengawal. Tapi entah kenapa saat itu korban jalan sendirian,” ujar saksi.

 

Detik-detik Kecelakaan

Setelah korban berangkat menuju lokasi truk yang berada di pinggir jalan, rekan-rekannya menunggu korban kembali. Namun, hingga waktu cukup lama korban tak kunjung kembali ke lokasi penebangan. Merasa curiga, salah satu rekan kerja kemudian menyusul ke arah lokasi truk.

 

Bacaan Lainnya

Di tengah perjalanan, saksi dikejutkan oleh pemandangan mengerikan. Korban bersama sepeda motor dan muatan kayu jati ditemukan tergeletak di bawah tebing perbukitan dengan ketinggian sekitar tiga meter. Korban berada dalam posisi tertimpa motor dan kayu, serta tidak menunjukkan tanda-tanda bergerak.

 

Diduga kuat, korban tergelincir akibat jalan licin yang dipicu hujan lebat, sehingga terperosok ke bawah tebing pematang perkebunan.

 

Melihat kondisi korban, saksi segera berlari kembali untuk meminta bantuan rekan-rekan lainnya. Informasi tersebut kemudian sampai ke warga sekitar, yang selanjutnya menghubungi tim medis. Namun nahas, korban diduga telah meninggal dunia di lokasi kejadian.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan tingginya risiko pekerjaan di sektor angkutan kayu, terlebih dalam kondisi cuaca ekstrem dan medan berbahaya.

 

Global7.id berbelasungkawa Semoga almarhum husnul khotimah dalam perjuangannya mencari nafkah. Surga menjadi tempat terbaik bagimu, Pak.

 

 

G7/AR

Pos terkait