Global7.id – Jepara,
Janji program makan bergizi gratis di Jepara tampaknya masih jauh dari kenyataan. Pasalnya, dua dapur SPPG yang diharapkan menjadi tulang punggung program ini malah harus tutup. Bagaimana kelanjutan program ini?
Hal ini terjadi setelah dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jepara, yakni SPPG Ngabul Kecamatan Tahunan dan SPPG Pengkol Kecamatan Jepara, untuk sementara berhenti beroperasi akibat tertundanya pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.
Koordinator SPPG Jepara, Musthofa Wildan, menjelaskan bahwa kedua dapur tersebut terpaksa nonaktif karena dana operasional belum turun. Padahal, masing-masing SPPG melayani ribuan penerima manfaat program Makanan Bergizi (MBG). SPPG Pengkol biasanya menyiapkan 3.913 porsi, sementara SPPG Ngabul 3.747 porsi. Sasaran program ini meliputi siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Menurut Wildan, keterlambatan ini berkaitan dengan perubahan mekanisme pencairan dari BGN. Jika sebelumnya proposal dana diajukan untuk periode 10 hari, kini berubah menjadi 12 hari, seiring kebijakan baru yang mulai berlaku Oktober. Perubahan itu membuat sistem pencairan di pusat belum berjalan maksimal.
Selain perubahan sistem, Wildan menyebut kesalahan teknis dan keterlambatan pengunggahan proposal juga berkontribusi terhadap hambatan pencairan. Beberapa proposal sempat tertolak karena perbedaan angka, kesalahan tanda tangan, atau cap lembaga yang tidak sesuai format sistem.
Wildan menambahkan bahwa mulai Oktober, program MBG juga mengalami penyesuaian jadwal distribusi. Jika sebelumnya dilaksanakan lima kali seminggu, kini menjadi enam kali seminggu (Senin–Sabtu), dengan makanan hari Sabtu diberikan lebih awal pada Jumat dalam bentuk menu kering.
Secara keseluruhan, terdapat 32 SPPG yang beroperasi di Jepara. Dua di antaranya masih menunggu pencairan dana untuk bisa kembali berjalan. Hingga kini, 30 SPPG aktif telah mendistribusikan 100.574 porsi makanan kepada penerima manfaat.
Wildan optimistis, kedua dapur yang berhenti akan kembali beroperasi dalam waktu dua minggu ke depan, asalkan pencairan dari BGN turun dalam minggu ini. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP), terutama dalam hal manajemen waktu, proses memasak, dan distribusi makanan.
G7/RK










