Melihat Pesta Demokrasi Ala Rakyat Pati

Foto, Mbah purnomo salah satu jurnalis senior di Jepara

Global7.id – Pati, 

Peristiwa politik di Kabupaten Pati baru-baru ini menjadi bukti nyata bahwa pilihan dalam pemilu, pilpres, maupun pilkada tidak bisa dianggap remeh. Anggapan bahwa “siapapun pemimpinnya tidak berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari” kini terbantahkan.

 

Rakyat Pati menunjukkan bahwa memilih pemimpin punya dampak yang sangat nyata. Pemimpin menentukan arah kebijakan yang mempengaruhi harga kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan, hingga beban pajak yang kini terasa kian mencekik. Di banyak daerah, termasuk Pati, kebijakan perpajakan begitu mudah dinaikkan atas nama pembangunan.

 

Namun ironisnya, ketika rakyat mengkritik atau menyampaikan protes, mereka justru disalahkan. Bagi sebagian pemimpin yang arogan, pengkritik dianggap musuh pribadi, bahkan diremehkan. Ada yang berani menantang rakyatnya sendiri untuk datang “berhadapan”  sebuah sikap yang dinilai jauh dari etika kepemimpinan.

 

Kondisi ini memicu kekecewaan yang meluas. Rakyat yang lelah, hidup susah, dan kecewa akhirnya melampiaskan keresahan melalui aksi demonstrasi besar. Demo 13 Agustus di Pati menjadi puncak kemarahan terhadap arogansi kekuasaan. Rakyat menuntut pertanggungjawaban pemimpin yang dulu memohon dipilih, namun setelah berkuasa berubah menjadi pongah.

 

Media sosial pun menjadi panggung penggalangan solidaritas. Dari sekadar ruang diskusi, medsos menjelma menjadi sumber inspirasi, penyemangat, bahkan penggerak aksi bersama. Ajakan, komando, dan dukungan moral mengalir deras, memperkuat semangat rakyat untuk turun ke jalan.

 

Kemarahan rakyat Pati tak hanya dipicu oleh kebijakan yang jauh dari aspirasi, tetapi juga oleh perilaku pejabat yang dinilai kontroversial. Dari kebijakan yang tak pro-rakyat, tindakan represif aparat Satpol PP, hingga viralnya video Bupati Pati yang kedapatan nyawer penyanyi dangdut dan melontarkan tantangan kasar kepada warga. Semua itu menambah bara di dada masyarakat.

 

Demo besar itu pun berubah menjadi ajang katarsis pelampiasan emosi yang membuncah, sekaligus bentuk pesta demokrasi versi rakyat Pati. Sebuah pesta pora aspirasi yang menarik perhatian daerah lain, terutama mereka yang juga merasa dipimpin oleh pejabat yang arogan.

 

Bacaan Lainnya

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting: jangan pernah meremehkan arti sebuah pilihan dalam pemilu. Siapa pemimpin yang dipilih akan memengaruhi hajat hidup orang banyak. Pati sudah memberi contoh nyata. Bagaimana dengan daerah Anda?

 

G7: Mbah Purnomo, Penulis Senior Jepara

Pos terkait