NU dan Presiden Prabowo Bahas Transformasi Organisasi dan Dukungan Penuh pada Program Makan Bergizi Gratis

Foto, Nu dan President Prabowo

Global7.id – Jakarta, 

 

 

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengungkapkan pertemuannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana sebagai momen penting untuk membicarakan arah transformasi NU dalam menghadapi tantangan bangsa. Dalam pertemuan itu, keduanya juga sepakat mengenai pentingnya memperkuat peran keagamaan dalam mendorong kemaslahatan umat melalui kerja sama konkret dengan pemerintah.

 

 

“Kami berdiskusi cukup mendalam bersama Presiden @prabowo. Fokus utamanya adalah langkah-langkah strategis NU ke depan, terutama bagaimana bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas, mendorong kemajuan umat, dan merespons dinamika nasional serta global,” ujar Gus Yahya sebagaimana dilansir NU Online.

 

Salah satu program yang mendapat perhatian khusus dalam pembicaraan tersebut adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), inisiatif nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama para santri dan siswa di lingkungan pesantren. Gus Yahya menegaskan bahwa NU siap menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program ini.

 

“Kami telah mengawali pelaksanaan MBG di sejumlah lokasi dan menargetkan 1.000 titik layanan. Ini adalah kerja besar yang hanya bisa berhasil jika dilakukan dengan koordinasi lintas lembaga dan sinergi yang kuat,” jelasnya.

 

Untuk mendukung langkah ini, PBNU telah menandatangani nota kesepahaman dengan beberapa kementerian dan lembaga negara, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyambut baik partisipasi NU dan menilai keterlibatan organisasi keagamaan terbesar ini sebagai fondasi penting bagi keberhasilan program MBG secara nasional.

 

“Jaringan NU tersebar luas hingga ke pelosok, mulai dari pesantren, madrasah, hingga struktur organisasi di daerah. Ini menjadi kekuatan besar dalam menjangkau penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis, terutama di kalangan santri,” ujar Dadan.

Bacaan Lainnya

 

Pertemuan lanjutan antara Gus Yahya dan Dadan Hindayana sebelumnya telah dilaksanakan di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Di situ ditegaskan kembali bahwa pelaksanaan MBG akan dimulai pada Agustus 2025 dengan target awal 1.000 titik layanan di bawah koordinasi PCNU dari 548 kabupaten/kota di Indonesia.

 

Lebih lanjut, Gus Yahya menyampaikan bahwa selain jaringan pesantren, potensi besar lainnya juga akan dimobilisasi, termasuk lembaga pendidikan NU seperti madrasah. Ini menunjukkan komitmen NU dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui asupan gizi yang memadai.

 

Presiden Prabowo, kata Gus Yahya, juga memberikan perhatian besar terhadap prinsip keadilan dan kemaslahatan umat, nilai-nilai yang menjadi roh perjuangan NU sejak awal. Kesamaan visi ini memperkuat harapan akan kolaborasi yang produktif antara pemerintah dan NU dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, berdaya, dan berkeadaban.

 

G7/AR

Pos terkait