Kegiatan Retreat Kepala Daerah Gelombang Dua Dipusatkan di IPDN, Ini Agendanya

Foto, peserta retreat kepala daerah

Global7.id – Jatinangor, 

 

Retreat kepala daerah gelombang kedua resmi dimulai hari ini, Minggu (22/6/2025), dan akan berlangsung hingga Kamis (26/6/2025). Sebanyak 87 kepala daerah, terdiri dari gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota yang telah terdaftar, mengikuti kegiatan yang digelar di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat.

 

 

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari retreat gelombang pertama yang sebelumnya diselenggarakan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada Februari 2025 lalu. Meski memiliki kesamaan dari sisi substansi materi, terdapat sejumlah penyesuaian yang disesuaikan dengan karakter lokasi penyelenggaraan saat ini.

 

 

Retreat diawali dengan apel penyambutan di Plaza Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri RI, Tomsi Tohir. Setelah itu, para peserta bertolak menuju Jatinangor menggunakan Kereta Cepat dari Stasiun Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

 

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menjelaskan bahwa kepala daerah akan disambut dengan drum band dari Praja IPDN, seperti yang dilakukan pada retreat sebelumnya di Akmil. “Sama seperti di Magelang, para peserta akan disambut dengan semangat oleh para praja. Ini jadi simbol kedisiplinan dan semangat bela negara,” ujar Bima Arya saat ditemui media di IPDN, Kamis (19/6/2025).

 

 

Bima Arya juga menegaskan bahwa materi yang diberikan tetap relevan bagi semua peserta tanpa membedakan jabatan. “Substansinya sama, pemahaman tentang tugas-tugas kepala daerah, dan juga program-program prioritas nasional,” jelasnya.

 

Bacaan Lainnya

Namun, ada beberapa tambahan materi dalam retreat kali ini, antara lain strategi pemberantasan korupsi serta penguatan prinsip kolaborasi antar kepala daerah. “Dari evaluasi gelombang pertama, para peserta sepakat bahwa retreat ini membuka ruang untuk lebih saling mengenal dan bersinergi di lapangan,” tambahnya.

 

 

Sebanyak 31 pejabat setingkat menteri dijadwalkan menjadi pemateri. Mereka berasal dari berbagai institusi strategis, termasuk Gubernur Lemhannas, Kepala Bappenas, Menko Bidang Hukum dan HAM, Menko Polhukam, Menko Perekonomian, Menko Infrastruktur, hingga Menko Pemberdayaan Masyarakat.

 

Penginapan dan Upacara Penutupan Bernuansa IPDN

Salah satu perbedaan paling mencolok dibandingkan gelombang pertama adalah fasilitas penginapan. Jika sebelumnya para kepala daerah tidur di tenda glamor ber-AC di lapangan golf Akmil Magelang, kini mereka harus tidur di barak praja IPDN yang tanpa pendingin udara.

 

 

“Memang tidak ada AC, tapi saya sudah coba menginap di sini. Sejuk sekali udaranya, malam hari malah lebih dingin. Pakai selimut saja sudah cukup,” tutur Bima Arya sambil tersenyum.

 

Sementara itu, acara penutupan juga dikemas berbeda. Bila di Akmil ditutup dengan parade senja, di IPDN akan diakhiri dengan Apel Manggala, upacara khas IPDN yang sarat simbol kepemimpinan dan kedisiplinan.

 

Retreat ini diharapkan mempererat sinergi antarkepala daerah serta memperkuat kapasitas mereka dalam menjalankan amanah pemerintahan yang bersih, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

 

G7/AlxRoedj

Pos terkait