Laki-laki Wajib Cari Duit Hingga Umur Habis, Ini Penjelasannya 

Foto, ilustrasi edukasi sosial.

Global7.id – Opini Sosial,

Dalam Islam, laki-laki (suami) diwajibkan untuk mencari nafkah dan menafkahi keluarga, termasuk istri dan anak-anaknya. Kewajiban ini adalah tanggung jawab utama seorang suami untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup keluarga.


Teks ini merupakan semacam opini atau motivasi bernada keras yang menyoroti realitas sosial tentang kekuatan uang dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan.


Berikut penjelasan isi dan makna dari pernyataan tersebut:


1. “Laki-laki harus punya duit”


Ini adalah pernyataan utama yang ditegaskan berulang kali. Penulis ingin menekankan bahwa kemapanan finansial adalah syarat mutlak bagi laki-laki agar dihargai, dipandang, bahkan dicari oleh perempuan.


2. “Tidak perlu cari jodoh, mereka yang akan datang”


Dengan uang, menurut narasi ini, laki-laki tidak perlu bersusah payah mencari pasangan. Perempuan akan datang sendiri, tidak peduli seperti apa penampilan, usia, atau karakter laki-laki itu, asalkan dia punya uang.


3. “Realita membantah penyangkalan, ada prostitusi syariah”


Penulis mengangkat fenomena kawin kontrak atau pernikahan instan berdurasi pendek yang dibungkus istilah religius, menunjukkan bahwa uang bisa melahirkan praktik-praktik penyimpangan moral yang dibenarkan oleh masyarakat tertentu.


4. “Terkesan dimanfaatkan? Tidak masalah”


Menurut teks ini, meski laki-laki terlihat hanya dimanfaatkan secara ekonomi oleh perempuan, itu tidak apa-apa, sebab laki-laki memang kodratnya adalah pemberi nafkah dan penopang hidup.


5. “Cari duit sampai umurmu habis”


Ini adalah seruan akhir: fokuslah mencari uang sebanyak-banyaknya, bahkan hingga ajal menjemput. Karena uang adalah alat kuasa, pengaruh, dan bahkan penentu kebahagiaan dalam pandangan penulis.


Dengan uang, laki-laki dianggap bisa memberi rasa aman (penenang) dan meraih kendali dalam hidup maupun hubungan (pemenang).


Inti pesan singkatnya


Pesan utama teks ini adalah: realita sosial lebih menghargai laki-laki yang punya uang daripada laki-laki yang hanya punya cinta, moral, atau niat baik. Maka, fokuslah memperkaya diri sebelum mengejar cinta, karena cinta bisa datang sendiri jika uang sudah dimiliki.***


Sumber: G7/Opini Sosial.

Pos terkait