Sandy Maulina: Masih Tak Ikhlas Motornya Terbakar di Parkiran Pabrik HWI Jepara

Foto, kolase dari akun Tiktok @cintasandymaulinaa.

Global7.id – Jepara,

Dikutip dari akun tiktok @cintasandymaulinaa, diduga namanya Sandy Maulina, salah satu dari sekian banyak pemilik kendaraan bermotor yang sepeda motornya hangus terbakar di parkiran motor pabrik HWI Jepara.


 

Diketahui, Ia seorang gadis asal Jepara yang bekerja di pabrik PT HWI Jepara, masih belum bisa ikhlas atas musibah yang menimpa saya beberapa waktu lalu. Motor kesayangannya, Honda Stylo warna hitam, hangus terbakar saat terparkir di area pabrik.


Motor itu belum lama ia miliki, baru satu bulan dipakai. Bahkan untuk membelinya, ia harus menunggu cukup lama dan membelinya secara kredit. Meskipun belum lunas, motor itu sangat berarti baginya. Ia begitu menyukainya, bukan hanya karena tampilannya, tapi juga karena hasil jerih payahnya sendiri.


Melihat motor itu terbakar begitu saja, tanpa tahu siapa yang harus bertanggung jawab, benar-benar membuat hatinya hancur.


“Saya berharap pemerintah Kabupaten Jepara atau pihak terkait bisa membantu memperjuangkan hak saya dan karyawan lainnya yang mengalami kerugian serupa, ” ujarnya.


Ia menambahkan, “Kami hanya ingin keadilan dan sedikit harapan untuk bisa kembali memiliki kendaraan yang kami perjuangkan dengan kerja keras, ” imbuhnya.

Masih sulit percaya dan masih sulit menerima kenyataan bahwa motor yang baru sebulan lalu dengan bangga ia bawa pulang, kini tinggal puing terbakar di parkiran pabrik.


“Setiap pagi aku berangkat kerja naik motor Honda Stylo hitam kesayanganku. Motor itu bukan sekadar kendaraan, tapi simbol perjuangan. Aku membelinya secara kredit, dengan tabungan dan harapan, ” tutur Sandy Maulina.

“Aku menunggu cukup lama untuk bisa memilikinya. Dan saat kunci itu ada di tanganku, rasanya seperti mimpi yang jadi nyata, ” ucap sedihnya.


“Tapi kini, mimpi itu berubah jadi abu, ” tangisnya.


“Hari itu, seperti biasa, aku memarkirkan motorku di area pabrik. Tak ada firasat apa pun. Namun menjelang siang, terdengar teriakan dan kepulan asap hitam. Parkiran terbakar. Dan motorku… ikut jadi korban, ”


“Aku berdiri terpaku melihatnya. Warnanya yang dulu mengilap kini hangus. Joknya meleleh, bodinya tinggal kerangka. Hatiku ikut hangus di tempat. Belum lunas, belum puas menikmati, tapi sudah hilang begitu saja. Tak ada ganti rugi, tak ada kepastian, ”


“Aku hanya bisa menangis, menyimpan harap dalam diam. Semoga pemerintah Kabupaten Jepara dan pihak terkait tidak menutup mata. Kami butuh keadilan, kami butuh perhatian. Motor itu bukan hanya barang, tapi hasil dari keringat kami setiap hari, ”


“Aku masih nangis tiap kali ingat”,

“Sekali lagi, aku mohon… semoga Pemerintah Kabupaten Jepara atau pihak terkait bisa bantu kami. Aku tahu aku cuma karyawan biasa. Tapi yang hilang itu bukan cuma motor. Tapi perjuangan, harapan, dan semangatku untuk berangkat kerja tiap pagi, ” pungkasnya.

Secara terpisah, Bupati Jepara Witiarso Utomo mengintruksikan dinas terkait untuk segera menangani musibah yang menimpa pemilik kendaraan. Ia menegaskan Pemkab Jepara akan membantu menjembatani korban pemilik kendaraan yang terbakar dengan pihak terkait untuk mendapatkan haknya.


“Kami identifikasi korban pemilik motor, motornya masih ansuransi atau tidak kami identifikasi dulu. Pemiliknya bisa mendapatkan hak-haknya dan juga pelaku usahanya bisa memenuhi kewajibannya, sehingga tidak ada masalah kemudian hari,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Wiwit juga akan meminta dinas terkait untuk bisa memberikan sosialisasi terkait regulasi pembuatan lahan parkir. Menurutnya pembuatan lahan parkiran harus sesuai dengan regulasi.


“Kami akan sosialisasi penggunaan kompor, kami pahamkan regulasi warung dan parkiran ada jaraknya ada aturannya,” ungkapnya.


Bupati Jepara memastikan sosialisasi terkait aturan tersebut bisa merata se Kabupaten Jepara. “Saya sudah arahkan dinas terkait turun ke bawah untuk sosialisasi tidak hanya di wilayah ini saja tapi seluruh wilayah di Kabupaten Jepara,” tutupnya.***


Sumber: G7.

Pos terkait