Global7.id – Jepara,
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kudus dan sekitarnya mengakibatkan banjir di Kecamatan Mayong, Jepara. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur utama Jepara-Kudus lumpuh.
Banjir dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa paling parah terjadi di Desa Sengonbugel, Desa Pelang, dan Desa Daren. Selain curah hujan tinggi, banjir ini juga disebabkan oleh kiriman air dari Kota Kudus serta penyempitan aliran sungai di bawah Jembatan Desa Pelang yang kerap menjadi titik rawan banjir setiap musim hujan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara bersama relawan dari Grib Rescue bergerak cepat membantu warga terdampak. Evakuasi warga, mengatur lalulintas serta upaya memperlancar aliran air terus dilakukan agar kondisi segera pulih.
“Saat ini kami masih bersiaga, membantu warga dan memantau perkembangan situasi. Jika curah hujan tinggi terus berlanjut, kemungkinan banjir bisa bertambah parah,” ujar Agus Adodi Pranata Ketua Grib Jaya Jepara, Kamis (6/2).
Selain menghambat lalu lintas, banjir juga merendam beberapa rumah warga dan fasilitas umum. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengungsi ke tempat lebih aman jika kondisi semakin memburuk.
Hingga berita ini diturunkan, petugas dan relawan masih berjibaku menangani dampak banjir serta mengupayakan normalisasi jalur utama Jepara-Kudus.
Kelaksa BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, “Sudah terbuka jalurnya per jam ini, mulai dari depan Polsek Mayong kondisi sudah aman dan limpahan air sudah surut, pada pukul 21.30. Untuk wilayah Sengon Bugel kondisi sudah aman air sudah surut, ” Ujar Arwin melaporkan dari TRC BPBD Jepara pos mobile untuk memantau di wilayah Mayong – Nalumsari, Kamis (6/2) pukul 21.30 WIB.(***)
Sumber: G7/BPBD Jepara.
Wartawan: AR.