Benarkah, Kemajuan Jepara Tak Bergantung Pada Politik Trah

Foto, Penulis: Muhammad Mustavit, Ketua DPK PRIMA Kabupaten Jepara.

Global7.id – Jepara,

Perjalanan sejarah pemimpin pemerintahan Kabupaten Jepara sangat erat kaitannya dengan semangat persatuan dan gotong royong yang di pelopori Ratu Kalinyamat.


 

Bagaimana kepemimpinan pada waktu itu mampu membangun armada kapal berskala internasional dan berani melawan dominasi Portugis.


 

Sangat naif, ketika pada saat sekarang, ukuran kepemimpinan seseorang yang memimpin Kabupaten Jepara digantungkan pada politik Trah atau dinasti.


 

Dalam acara peluncuran buku sejarah trah Tjitrosomo dalam rangkaian pamit Pj Bupati Jepara, digambar kan periodesasi kepemimpinan Adipati Tjitrosomo I-VII dan kaitan Pj Bupati Jepara dengan trah ke 8 dari Adipati Tjitrosomo.


 

Di era sistem demokrasi, tidak salah kalau yang terpilih anak atau cucu dari seorang tokoh atau pejabat atau bekas pejabat sebelumnya. Yang salah adalah kalau ada pikiran yang kemudian direalisasikan melalui rekayasa yang tidak benar untuk terpilihnya seseorang karena dia termasuk trah dari seorang pejabat di masa lampau.


 

Ada dua kesalahan dari politik trah. Pertama, kesalahan adanya pikiran tentang keharusan dipilihnya seorang pejabat karena trah atau hubungan kekeluargaan dengan pejabat sebelumnya yang dikagumi. Kedua, kesalahan kalau adanya upaya atau rekayasa yang tidak benar termasuk sebuah pelanggaran, baik secara hukum maupun etika bernegara.


 

Kekaguman pada seorang tokoh atau pejabat di masa lampau, tidak boleh sampai menutup atau mempersempit kesempatan bagi orang lain untuk menjadi pemimpin. Ini adalah sebuah aksioma dalam sistem demokrasi terbuka, setiap warga negara mempunyai hak yang sama didepan hukum dan untuk menduduki suatu jabatan.


 

Bacaan Lainnya

Istilah trah ini merupakan hal yang baru. Sebuah penyimpangan pikiran dari mereka yang tidak mampu bersaing secara obyektif dalam berkarya.


 

Dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, semua anak-anak Jepara bebas berkiprah, bebas mengabdi dan bebas bersaing secara obyektif dan wajar, tanpa perbedaan berdasarkan keturunan.


 

Menjelang transisi Pemerintahan Kabupaten Jepara yang akan datang, sewajarnya lah kita bersikap obyektif, untuk menilai secara benar dan menghilangkan segala perbedaan-perbedaan. Hilangkan lah pikiran tentang trah dan segala hambatan bagi anak Jepara dalam berkiprah dan berkarya.***

 


Penulis: Muhammad Mustavit,
Ketua DPK PRIMA Kabupaten Jepara.

Pos terkait