Mbah Tarmin, Satu-satunya Pewaris Durian Petruk yang Berumur 137 Tahun di Kecapi Jepara

Foto, Mbah Tarmin yang berada di dekat pohon durian Petruk tertua di Jepara.

Global7.id – Jepara,

Mengenal Durian Petruk adalah varietas unggul nasional dan terus diteliti untuk dikembangkan.
Asal mula Durian Petruk tercetus karena ketidaksengajaan Mbah Kasmodiharjo seorang petani yang berasal dari Dukuh Randusari, Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Pada waktu ada lomba buah durian yang diadakan Pemerintah daerah kabupaten Jepara tahun 1977.

 

Mbah Kasmodiharjo mengikuti lomba tersebut dan meraih Juara pertama sebagai durian terbaik dan terenak. Karena pada saat itu durian Jepara belum ada namanya, maka dengan sepontan Juri festival durian tersebut menyebut sebagai Durian Petruk.


 

Nama durian Petruk mengambil nama sebutan dari Mbah Kasmodiharjo lebih dikenal di masyarakat dengan sebutan Mbah Petruk.


 

Setelah lomba durian enak pada tahun 1977 yang dimenangkan dan sekaligus ditemukannya durian Petruk oleh Mbah Petruk, kemudian tahun 1991 digelar lomba durian enak yang diselenggarakan di gedung Korpri Jepara.


 

Pada lomba durian enak tersebut, pak Sutarmin (71) yang akrab disapa Mbah Tarmin asal Dukuh Telap, RT09/RW02, Desa Kecapi, kecamatan Tahunan, Jepara berhasil memenangkan juara pertama dan mendapatkan hadiah senilai Rp 120 ribu dan piagam.


 

Dalam cerita kenangan memenangkan lomba durian enak, Mbah Tarmin saat mengikuti lomba ternyata membawa durian dari pohon yang merupakan bibit asli dari durian Petruk yang umurnya lebih tua dari yang lain.


 

Menurut cerita Mbah Tarmin, pohon durian dari bibit durian Petruk yang berada di depan rumahnya adalah pohon durian warisan dari tiga generasi yang berumur 137 tahun dan saat ini satu-satunya durian Petruk tertua di Jepara.

Bacaan Lainnya

“Sejak 2013 umurnya durian ini sudah 125 tahun ada catatannya di Pemda, klo tahun 2025 ya sudah lebih tua lagi umurnya, ” Ujarnya saat ditemui di rumahnya di sebelah Mts Samrotul Huda, jalan kyai Kathi, Dukuh Telap, RT09/RW02, Desa Kecapi, kecamatan Tahunan, Jepara.


 

Ia menambahkan, “Klo mau menikmati durian keturunan durian Petruk ini ya harus pesan dulu dan menunggu sesuatu antrian. Durian Petruk ini di tebas (diborong) orang saya gak mau, karena hanya untuk melayani orang yang datang, ” imbuhnya.


 

Mengingat saat bibit durian Petruk ini menang juara, kata dia, “Saya disuruh ganti nama menjadi durian Tarmin, supaya bibit durian Tarmin ini beda dengan durian Petruk, karena lebih manis dari durian Petruk, ” katanya.


 

Jadi, “Kalo mau mencoba durian Tarmin, silahkan hubungi saya dulu, klo kesini ya untung-untungan, klo ada ya saya kasih klo gak ada ya gimna, Monggo nomor saya 0895363657548, ” Pungkasnya.***


Sumber : G7.

Pos terkait