Jalan Jepara ke Bangsri BUSUK: Banyak Memakan Korban, Perbaikan Asal-asalan Dikeluhkan Warga

Foto, logo resmi FKPM Mambak, Kecamatan Pakisaji, Jepara.

Global7.id – Jepara,

Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat dari Desa Mambak, Kecamatan Pakisaji, Jepara yang diketuai oleh Zamroni menggelar:

 

SERUAN AKSI

“Aksi Keprihatinan atas Kondisi Jalan Jepara-Bangsri Berlubang
Kondisi jalan yang rusak dan berlubang di kawasan Jepara-Bangsri telah menimbulkan banyak korban”.


“Sebagai bentuk kepedulian, FKPM Mambak mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi dalam aksi bakti sosial untuk menutup jalan berlubang dengan pengecoran”.

Kegiatan akan dilaksanakan pada:

Hari: Rabu, 8 Januari 2025, Pukul 19.30 WIB – sampai dengan selesai. Lokasi di Desa Mambak dan sekitarnya.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk bergabung dalam aksi ini!
Mari bersama-sama menciptakan jalan yang lebih aman untuk semua”.

Narahubung 081325038559.


 

Perlu kita ketahui bersama, kondisi Jalan Jepara-Bangsri kembali menjadi sorotan masyarakat. Setiap musim hujan, jalan ini selalu dipenuhi lubang yang kerap menyebabkan kecelakaan. Situasi ini terjadi berulang setiap tahunnya tanpa penanganan yang memadai dari pemerintah daerah.


 

Warga mengeluhkan lambatnya respons pemerintah dalam memperbaiki jalan yang menjadi akses utama bagi masyarakat. Bahkan, ketika perbaikan dilakukan, mutu tambalan dinilai sangat rendah. “Baru diperbaiki sebentar, kena hujan dua kali tambalannya sudah hilang lagi,” kata Supriyanto, seorang pengendara motor yang sering melintas di jalan tersebut.


 

Bacaan Lainnya

Kondisi jalan yang rusak parah dan genangan air yang menutupi lubang-lubang di jalan memperbesar risiko kecelakaan. Ahmad, warga Bangsri, menceritakan bahwa dirinya hampir menjadi korban saat motornya terperosok di lubang yang tertutup air. “Ini bukan hanya sekali dua kali. Hampir setiap hari ada yang jatuh, apalagi saat malam hari,” ujarnya, Senin (6/1/2025) malam.


 

Tidak hanya membahayakan keselamatan warga, kerusakan jalan ini juga berdampak pada perekonomian lokal. Sopir angkutan dan pedagang mengeluhkan kerugian akibat keterlambatan distribusi barang.


 

Siti, seorang warga setempat, mendesak agar pemerintah tidak hanya memberikan solusi sementara. “Kami ingin perbaikan jalan yang berkualitas, bukan sekadar tambal sulam. Kalau begini terus, warga yang menjadi korban,” tegasnya.


 

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah serius untuk memperbaiki jalan Jepara-Bangsri secara permanen. Dengan intensitas hujan yang masih tinggi, langkah cepat dan perbaikan berkualitas menjadi kebutuhan mendesak agar keselamatan dan mobilitas warga tetap terjaga.***


 

Sumber: G7.

Wartawan: AR.

Pos terkait