Global7.id – Berita Nasional,
Tidak tanggung-tanggung, para setiap anak diharuskan untuk membeli dua tempat makan. Untuk satu tempat makan sendiri dibanderol seharga Rp30 ribu.
Lalu, Siapa kepala sekolah yang wajibkan murid beli kotak nasi Rp 60 Ribu demi makan siang gratis.
“Lagi rapat di sekolah, acara makan gratis tapi harus beli tempat makannya 2 harga Rp30 ribu 1 (tempat makan), harus 2 jadi Rp60 ribu. Kalau ada dua anak di sekolah jadi 4 bos ,” tulisnya dalam video dilansir dari akun Tiktok @ahmad.lehan6.
Akan tetapi, belum diketahui video tersebut diambil di sekolah mana. Sejauh ini, unggahan tersebut hanya mencantumkan sekolah tempat kejadian berada di Yogyakarta.
Namun sebagaimana diketahui, program makan gratis sendiri seharusnya tidak memerlukan tambahan biaya lainnya. Baik itu dari pihak sekolah maupun orang tua murid, apalagi untuk sekadar tempat makan.
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat (Badan Gizi Nasional) BGN RI, Lalu Muhammad Iwan Mahardan, memastikan bahwa program ini sepenuhnya gratis.
Dalam pernyataannya di Jakarta pada Selasa (24/12/2024), seperti dilaporkan Antara, ia menegaskan bahwa tidak ada unsur pungutan dalam program ini.
“Program makan bergizi yang diinisiasi pemerintah bertujuan memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan nutrisi yang mendukung tumbuh kembang mereka,” kata Iwan.
“Tidak ada kewajiban bagi orang tua untuk membayar biaya tambahan, termasuk membeli wadah makan,” tegas dia.
Ia juga menekankan bahwa program ini dirancang dengan prinsip pemerataan dan aksesibilitas. Sehingga seluruh siswa dapat merasakan manfaatnya tanpa terkendala beban finansial.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Melalui klarifikasi ini, kami ingin menegaskan bahwa tujuan program ini adalah untuk meringankan beban orang tua, bukan sebaliknya,” ujarnya.
Program makan bergizi gratis merupakan salah satu kebijakan prioritas Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini. ***
Sumber: Tj.










