Siap-siap, Mulai 1 Oktober Inilah Motor yang Tak Boleh Ngisi BBM Subsidi dan Mobil yang Boleh

Foto, program subsidi BBM mypertamina melalui scan QR code.

Global7.id – Nasional,

Muncul kabar pemerintah akan membatasi penggunaan BBM bersubsidi pertalite. Jadi tidak semua pengguna motor boleh mengisi pertalite subsidi di SPBU.

 

Hal ini ternyata sesuai dengan hasil revisi Perpres No 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), sehingga Solar dan Pertalite tidak bisa digunakan semua jenis kendaraan.

 

Pembatasan untuk motor sendiri pernah disebutkan Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim, motor kategori di atas 150 cc akan dilarang mengisi BBM Pertalite.

 

Jika nanti wacana itu berjalan, berikut ini deretan motor yang (tidak boleh pakai pertalite Subsidi lagi)

 

1. Merk Yamaha

Yamaha Nmax 155,1 cc
Yamaha Aerox 155,1 cc
Yamaha R15 155,1 cc
Yamaha Lexi 155 cc
Yamaha R25 250 cc
Yamaha XMAX 250 250 cc
Yamaha MT-25 250 cc

 

2. Merk Honda

Honda Vario 150 149,3 cc
Honda Vario 160 156,9 cc
Honda Stylo 160 156,9 cc
Honda ADV 160 156,9 cc
Honda PCX 160 156,9 cc
Honda CRF 150 149,15 cc
Honda CRF 250 250 cc
Honda CB150 Verza 149,15 cc
Honda CB150R Streetfire 149,2 cc
Honda CBR150R 149,2 cc
Honda CBR 250RR 250 cc
Honda Forza 250 cc

 

Bacaan Lainnya

3. Merk Suzuki

Suzuki Satria R150 147,3 cc
Suzuki Burgman 399 cc
Suzuki Gsx 150c 147,3 cc

 

4. Merk Kawasaki untuk Tipe Ninja

Ninja KX450
Ninja H2
Ninja Versys 1000
Ninja ZX10R
Ninja Versys-X 250
Ninja ZX-25R
Ninja Vulcan S

 

5. Merk Piaggio tipe Vespa

Vespa GTV 278 cc
Vespa GTS Super Sport 155,1 cc
Vespa GTS 250 250 cc
Vespa Sprint 154,8 cc
Vespa GTS 300 300 cc
Vespa Primavera 154,8 cc

 

Itulah deretan motor yang kemungkin dilarang pakai Pertalite jika peraturannya sudah diterapkan. Tenang pemilik Honda Mio dan Honda Beat bisa tersenyum bersyukur.

 

Namun, bila mengacu pada ketentuan tersebut, kendaraan yang boleh membeli BBM bersubsidi dengan bahan bakar bensin antara lain:

Toyota:

1. Raize 998 cc dan 1.198 cc
2. Agya 1.197 cc
3. Calya 1.197 cc
4. Avanza 1.329 cc


 

Daihatsu:

1. Ayla 998 cc dan 1.197 cc

2. Sigra 998 cc dan 1.197 cc

3. Sirion 1.329 cc

4. Rocky 998 cc dan 1.198 cc

5. Xenia 1.329 cc

6. Gran Max Blind Van 1.3L: 1.298 cc

7. Daihatsu Rocky: 998 cc – 1.200 cc


 

Wuling:

1. Formo S 1.206 cc

Suzuki:

1. Ignis 1.197 cc
2. S-Presso 998 cc

Honda:

1. Brio 1.199 cc

Mercedes-Benz:

1. A-Class 1.332 cc

2. CLA 1.332 cc

3. GLA 200 1.332 cc

4. GLB 1.332 cc

5. Mercedes-Benz GLA 200: 1.332 cc

6. Mercedes-Benz GLB 200: 1.332 cc

Kia:

1. Picanto 1.248 cc
2. Seltos 1.353 cc
3. Rio 1.348 cc

Nissan:

1. Magnite 999 cc

2. Kicks e-Power 1.198 cc

3. Kicks e-Power: 1.200 cc


Citroen:

1. Citroen C3 Aircross: 1.200 cc


Volkswagen

1. T-Cross: 999 cc


 

Selanjutnya seluruh model LCGC bila batasan mesinnya 1.400 cc maka dipastikan masih bisa mengkonsumsi Pertalite. Mulai dari Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, Honda Brio Satya S, Toyota Agya, dan Toyota Calya. Diketahui dari seluruh model LCGC, paling besar menggendong mesin 1.200 cc.


 

Di sisi lain, para pengguna Pertalite sudah diminta untuk mendaftarkan kendaraanya. Cara mendaftarnya pun mudah. Kamu tinggal membuka laman https://subsiditepat.mypertamina.id/. Siapkan dokumen yang dibutuhkan berupa:

  • Foto KTP
  • Foto Diri
  • Foto STNK Depan dan Belakang (Dibuka)
  • Foto Kendaraan Tampak Semua (Tampang Depan dan Sisi)
  • Foto nomor polisi kendaraan

(***)

Pos terkait