5 Bulan Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan di Manyargading Jepara buat Pengendara Motor Terjatuh

Foto, Jalan sepanjang 70 meter yang berada di perbatasan Desa Manyargading-Teluk Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara. Sumber: Umi Nurfaizah

Global7.id – Jepara,

Warga Desa Manyargading, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara bercerita jika sudah lima bulan jalan sepanjang 70 meter yang berada di perbatasan Desa Manyargading ke Teluk Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan rusak parah.


Jalan desa merupakan tanggung jawab pemerintah, baik pemerintah desa, pemerintah kabupaten/kota, maupun pemerintah pusat. Pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan jalan desa diperbaiki secara rutin dan terawat dengan baik.


Perlu diketahui, dalam hal penyelenggaraan jalan Desa, kepala Desa adalah pelaksana penyelenggara jalan, sedangkan Bupati setempat atau pejabat yang ditunjuk adalah penanggung jawabnya.


Perencanaan pembangunan Desa dilaksanakan oleh pemerintah Desa dengan melibatkan unsur dari masyarakat Desa.


Diketahui, Desa Manyargading memiliki anggaran Dana Desa sebesar Rp 771.428.000 sedangkan untuk Desa Bandungrejo memiliki anggaran Dana Desa sebesar Rp 1.009.458.000, dari kedua Desa tersebut harusnya bisa kerjasama untuk memperbaiki jalan Desa yang menghubungkan dua Desa tersebut.


Abdul Kamal (57), kondisi jalan tersebut banyak yang berlubang dan menimbulkan debu saat dilewati kendaraan. Padahal jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan yang menjadi penghubung desa di Kecamatan Kalinyamatan menuju lima desa di Kecamatan Welahan.


 

“Waktu musim hujan kemarin parah ini jalannya. Terus bulan April kemarin sempat ada perbaikan jalan. Tapi ini kondisinya sudah rusak lagi, rusak parah. Padahal jalur ini selalu ramai, karena jalur alternatif ya, jadi setiap hari selalu dilewati kendaraan,” katanya saat ditemui di Kediamannya, Desa Manyargading, Sabtu (31/8/2024).


 

Berbagai jenis kendaraan, mulai dari roda dua hingga truk pengangkut barang dan truk kontainer menurutnya juga sering melewati jalur tersebut. Terlebih saat akses jalur utama, dari Kecamatan Welahan menuju Kota Jepara sedang macet, jalan tersebut juga menjadi jalur alternatif.


 

Dengan kondisi jalan yang seperti itu, menurutnya juga rawan menimbulkan kecelakaan. Terlebih saat musim penghujan pada awal tahun ini, kondisi ketinggian jalan yang berbeda membuat banyak pengendara kendaraan yang terjatuh.


 

“Sering ada kecelakaan, ibu-ibu, kadang tukang sayur, bapak-bapak sering jatuh, saya sendiri sering menolong kok,” katanya.

Bacaan Lainnya

 

Sementara itu, Edi Abdul Malik (57), Warga Desa Manyargading lainnya bercerita jika akibat dari kondisi jalan yang rusak dan berdebu, ia terpaksa sudah dua bulan menutup warung makan miliknya yang lokasi di dekat jalan tersebut.


 

Sebab makanan yang ia jual sering dipenuhi debu akibat banyaknya debu yang berterbangan saat ada pengendara yang lewat. Selain itu, kondisi jalan yang dipenuhi kerikil, juga membuat ia sering terkena lemparan kerikil dari para pengendara.


 

“Wah efeknya luar biasa, debu terutama. Kalau kendaraan lewat ini kan debunya langsung banyak. Terus kerikilnya juga kan banyak, saya sudah tiga kali kena lemparan kerikil. Warung saya dua bulan tutup gara-gara debunya banyak,” pungkasnya.


 

 

Ia mengatakan jalur tersebut setiap harinya juga selalu ramai dilewati kendaraan. Jalan tersebut biasanya baru sepi dari kendaraan pada pukul 01.00-03.00 WIB.


 

“Selain jam itu ya rame tiap hari. Ya harapannya pemerintah setempat bisa segera lah memperbaiki kondisi jalan ini,” harapnya.

Sumber: BTN.

Pos terkait