Gegara Tertawakan Rumah di Desa Mistis, Gadis ini Didatangi Kuntilanak

Foto ilustrasi, Abiza ketakutan saat didatangi oleh Kuntilanak.
Global7.id – Cerita Nyata,
Cerita ini pernah di alami dari seorang wanita yang hobi dengan menjelajahi Desa-desa yang bernuansa alam asri. Jarima yang terbiasa dengan teman temannya menjelajahi Desa-desa kecil hanya untuk menyenangkan hatinya. Kala itu Jarima datang kesebuah Desa yang cukup jauh sekitar 3 jam perjalanan.

Dalam perjalanan, salah seorang teman Jarima memberi pesan jika Desa yang bakal mereka kunjungi memiliki aturan sendiri jika pendatang baru memijakkan kakinya, salah satunya jangan berlebihan jika memasuki Desa tersebut.

Ketika mereka sudah sampai di gerbang Desa, Jarima dan teman-temannya terpukau akan keindahan Desa yang masih asri keindahan alamnya di tambah lagi seluruh desain rumahnya begitu unik terbuat dari kayu.

Akhirnya mereka singgah di salah satu warung yang menyediakan cemilan ringan dan air mineral, sambil mengobrol dengan pemilik warung, salah satu teman Jarima yang senang bertanya mencoba mengajak Samsiah pemilik warung untuk ngobrol sambil menanyakan tempat favorit di Desa tersebut.

Samsiah, pemilik warung mengatakan, tempat yang sering di kunjungi para pendatang adalah mata air batu tinggi, yaitu mata air yang berasal dari atas batu yang mengalir ke bawah.

“Air yang sangat jernih sering di pakai untuk minum oleh warga Desa setempat, apalagi telah di sediakan tempat khusus bari para pendatang yang penasaran melihat seperti apa mata air batu tinggi tersebut, ” ujarnya ke Jarima dan teman-temannya.

Salah satu teman Jarima bernama Abiza begitu bergembira karena dirinya sudah lama sekali ingin datang ketempat seperti ini tetapi baru kali ini bisa berkunjung.

Wagino, salah satu penjaga mata air batu tinggi sempat memberi nasehat kepada Jarima dan beberapa temannya agar jangan berlebihan jika datang ke Desa ini, apalagi masih banyak pohon-pohon besar dan bukit-bukit kecil di sekeliling Desa tersebut. Akan tetapi, tempat itulah yang membuat Desa ini begitu indah dan menarik untuk di kunjungi.

Setelah seharian berkeliling Desa, teman Jarima yang bernama Abiza terlalu banyak tertawa bahkan sempat menertawakan salah satu rumah penduduk setempat dan mengatakan bentuk atap rumah tersebut mirip sebuah tanduk hewan. Jarima sudah mengingatkan agar jangan terlalu berlebih-lebihan apalagi sampai mengejek rumah penduduk setempat, tetapi Abiza tak memperdulikan itu.

Setelah bergegas ingin pulang, Jarima tiba-tiba melihat sesosok wanita berpakaian serba putih dengan rambut acak acakan melotot ke arah mereka, Jarima sempat memberitahu kepada teman-temannya, tetapi teman-temannya mengatakan kalau tidak ada apa-apa yang mereka lihat. Akhirnya Jarima buru-buru mengajak teman-temannya pulang.

Setelah sampai di rumah masing-masing, di malam harinya Jarima sempat kepikiran siapa yang marah tadi di Desa tersebut kepadanya dan yang membuat heran teman-temannya tak melihat siapapun kala itu. Setelah menghilangkan pikiran tersebut, Jarima pun akhirnya bergegas tidur secepatnya apalagi merasakan lelah berkendara cukup jauh.

Dimalam itu Jarima di mimpikan di datangi sesosok wanita berpakaian serba putih itu dan memberikan pesan kalau temannya harus di beri pelajaran dan  mengingatkan kepada Jarima agar jangan ikut campur.

Keesokan pagi harinya, Jarima yang teringat mimpinya tadi malam langsung menelpon temannya yang bernama Abiza. Jarima pun mengkaitkan kejadian mereka kala itu di Desa tersebut dengan nasehat atau pesan yang pernah di berikan oleh penjaga mata air batu tinggi kalau jangan berlebihan di Desa ini, apalagi Abiza yang menertawakan salah satu rumah penduduk desa tersebut.

Tetapi respon Abiza malah menyepelekan dan tak memperdulikannya. Di malam selanjutnya Abiza yang baru pulang dari rumah kakaknya mendapat telpon dari teman laki-lakinya kalau dia sempat berpapasan dengan Abiza dijalan raya ketika saat hujan gerimis tadi, tetapi melihat abiza berboncengan dengan sesosok yang mengerikan, bahkan teman laki-lakinya mengatakan teman yang dia bonceng pun melihat juga dengan jelas. Abiza merasa semuanya menjadi aneh dan akhirnya menjadi penasaran serta ketakutan sendiri.

Setelah malam semakin larut, Abiza yang ingin membersihkan diri sebelum tidur di malam itu, tiba-tiba mendengar suara seperti sapu lidi yang di seret-seret dari ruang tamu menuju kamar mandi. Mendengar suara tersebut membuat Abiza semakin penasaran dan mengecek suara tersebut. Abiza sempat mendatangi kamar kedua orang tuanya yang teryata sudah tidur dan kakaknya yang tidur di ruang tamu.

Abiza semakin heran dengan suara tersebut. Ketika Abiza menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, tiba-tiba saja dari kaca kecil yang di kamar mandi lewat sesosok sesuatu melintas tepat di belakangnya. Abiza yang takut sempat reflek melihat kebelakang, ternyata tak ada siapapun. Abiza pun kembali bergegas mempercepat aktivitasnya di kamar mandi tersebut.

Ketika abiza ingin menyudahi aktivitas nya dan hendak keluar dari kamar mandi, betapa terkejutnya Abiza melihat sesosok Kuntilanak sambil melotot ke arahnya seolah-olah sedang marah kepadanya, dengan rambut panjang dan kuku yang tajam membuat Abiza teriak histeris karena ketakutan.

Sontak saja kakaknya dan kedua orang tuanya bergegas melihat apa yang terjadi. Abiza pun akhirnya pingsan dan di bawa ke dalam kamarnya oleh kedua orangtuanya.

Tetapi semuanya belum berakhir. Ketika Abiza sadar setelah pingsan, Abiza malah menjerit jerit lagi ternyata melihat Kuntilanak tersebut berdiri di sebelah ayahnya sambil melotot sejadi jadinya membuat semua yang ada di situ panik.

Akhirnya kedua orangtuanya menelpon semua teman-temannya termasuk Jarima. Setelah beberapa temannya menjenguk, Jarima kemudian memberikan diri bercerita kalau ketika mereka datang ke Desa yang kemarin mereka kunjungi ternyata memiliki pantangan, tetapi kala itu Abiza lah yang melanggar pantangan Desa tersebut, bahkan Jarima sempat melihat apa yang dilihat oleh Abiza dan di mimpikan bertemu sesosok Kuntilanak itu.

Setelah Jarima menceritakan semua kejadian itu, akhirnya orang tua Abiza menyuruhnya agar perbanyak membaca ayat Al-Qur’an dan mengucapkan salam ketika keluar masuk rumah.

Setelah beberapa hari tak ada kejadian kejadian lagi mungkin makhluk itu hanya memperingati saja.

Mudah mudahan para pembaca dijauhkan dari segala hal-hal yang buruk dan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Amin.(***)
Sumber: Hock.

Pos terkait