Global7.id – Jepara,
Ratusan jamaah yang dijanjikan akan diberangkatkan untuk mengikuti pengajian Gus Iqdam di Pondok Pesantren Mambaul Hikam II di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar mengalami kekecewaan besar. Mereka yang sudah mengumpulkan uang untuk sedekah yatim piatu, yang juga diklaim sebagai syarat keberangkatan, akhirnya tidak jadi berangkat tanpa kejelasan, Sabtu (6/7/2024) kemarin.
Tidak hanya gagal berangkat, uang yang telah dikumpulkan dari para jamaah untuk sedekah yatim piatu juga tidak jelas penggunaannya. Hal ini memicu kericuhan di kalangan jamaah yang merasa ditipu dan ditelantarkan.
Para jamaah menuntut Ketua group Wa CK se-Nusantara, Ojat Thomson yang bertanggung jawab atas keberangkatan ini, karena awal dari undangan pengajian itu berasal dari group yang mengatasnamakan WA Group Cinta Keluarga (CK).
Kemudian, ketua CK Ojat Thomson mengirim undangan di WA Group CK kemudian disampaikan oleh kordinator per wilayah daerah untuk mencari jamaah yang mau berangkat mengaji di Gus Iqdam dengan embel-embel berangkat gratis hanya membayar Rp. 50.000 sebagai shodaqoh untuk yatim piatu.
*Assalamu’alaikum wr wb*
Kepada yth.
Bapak & ibu di manapun berada yg tergabung di wadah silaturahmi CK – CINTA KELUARGA
Dengan ini kami mengajak bapak dan ibu serta saudara & saudari untuk dapat menghadiri acara: PERTEMUAN dalam rangka :
“SILATURAHIM SESAMA KITA YANG ADA DI WADAH KOMUNITAS/ GROUP WHATSAPP CK- CINTA KELUARGA”
Yang akan dilaksanakan pada :
Hari : MINGGU
Tanggal : 07 JULI 2024
Tempat : PONDOK PESANTREN ” SABILU TAUBAH”
Alamat: KARANGGANYEM 3
KARANGGANYEM KEC SRENGAT KAB BLITAR JAWA TIMUR
( KODE POS : 66155)
Jam : 08.00 WIB s/d Jam selesai
*Dress code :* *Bebas ,Rapih, Sopan.*
Demikian undangan kami sampaikan *Besar harapan kami untuk kehadiran nya* saya ucapkan banyak” Terimakasih
*Daftar list ke ikut sertakan dalam acara tsb :*
*1.*
*2.*
*3.*
*4.*
*5.*
*6.*
*7.*
*8.*
*9.*
*10.*
*11.*
*12.*
*13.*
*14
*15.*
*16.*
*17.*
*18.*
*19
*20.*
*21.*
*22.*
*23.
*24.*
25
*26.*
27.
*28.*
*29.*
*30.*
*31.*
*32.*
*33.*
*34.*
*35.*
*36.*
*37.*
*38.*
*39.*
*40.*
*41.*
*42.*
*43.*
*44.*
*45.*
*46.*
*47.*
*48.*
*49.*
*50.*
*Wassalamu’alaikum wr wb*
TTD
Pendiri CK- CINTA KELUARGA
*Ojat Tomson*
NOTE :
CK CINTA KELUARGA
VISI MISI DAN TUJUAN
MENJALIN HUBUNGAN SILATURAHMI DAN PERSAHABATAN JUGA PERSAUDARAAN DALAM KEKELUARGAAN, ” tulis undangan dari ketua.
Korban dari kegiatan ini berasal dari beberapa daerah, untuk wilayah Jepara salah satu kordinator yang ikut di group CK, Suntari menyampaikan maaf sebesar – besarnya dan berjanji akan meminta pertanggung jawaban kepada ketua CK untuk memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban.
“Macem-macem mas mereka transfer ada yg nominal 100 sampe 5 jutaan dan itu di telpon setiap hari untuk membatu kebutuhan anak-anak yatim di yayasan nya itu (ST Sabilu Taubah) dan ini sy ada smua bukti transfernya yang sudah di kirim ke sy oleh korba, ” ujar Suntari, Minggu (7/7/2024).
Walaupun Ketua CK merespons dengan santai dan meminta jamaah untuk mengikhlaskan saja, dengan dalih “biarkan Allah yang membalasnya”.
Kami tidak akan tinggal diam, akan mengusut sampai masalah ini selesai, karena ini membawa nama besar Gus Iqdam yang dikhawatirkan akan bertambah korban dengan modus memberangkatkan gratis pengajian Gus Iqdam.
Kekecewaan mendalam dirasakan oleh para jamaah yang telah menunggu keberangkatan tersebut. Banyak dari mereka yang merasa uang yang telah mereka serahkan menjadi tidak jelas arahnya dan terkesan tidak bertanggung jawab.
“Ratusan mas. Jepara kurang lebih ada 50 orang. Bu Tari katanya transfer 6 juta, ” kata Ninik salah satu teman korban.
“Terkesan ketua CK lepas tangan tidak bertanggung jawab dengan kejadian ini”.
Kejadian ini sangat disayangkan karena membawa nama besar Gus Iqdam yang merupakan pendakwah muda Nahdlatul Ulama, pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Banyak pihak yang berharap ada tindakan tegas dan penyelesaian yang adil atas kejadian ini agar tidak merusak reputasi Ponpes dan kepercayaan jamaah.
Jamaah berharap ada kejelasan mengenai nasib uang yang telah mereka serahkan dan tindakan konkret dari pihak yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini. Mereka juga menginginkan adanya klarifikasi dari pihak yang mengaku Gus Iqdam terkait kejadian ini.
Kasus ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya transparansi dan tanggung jawab dalam mengelola kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang.
Semoga ada solusi terbaik yang bisa memuaskan semua pihak dan mengembalikan kepercayaan jamaah. Sampai berita ini diturunkan masih berlanjut untuk masalah ini agar segera ada penyelesaian.***
Sumber: Ninik/Suntari.










