Pemkab Jepara Targetkan Mebel Furniture di Ekspor ke Wilayah Amerika Latin, Bagaimana Nasib Tukang Kayunya?

Foto, kolase pameran mebel furniture Jepara dan tukang kayu Jepara yang gajinya tak kunjung naik.

Global7.id – Jepara,

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara saat ini bertekad agar bisa memperluas tujuan ekspor produk furniture dan ukir Jepara ke lebih banyak negara di dunia.


 

Salah satunya yang saat ini tengah ditargetkan adalah ke negara-negara yang berada di kawasan Amerika Latin dan Karibia.


 

Upayanya, dengan memasifkan promosi melalui keikutsertaan dalam pameran internasional. Salah satunya akan digelar September mendatang di Peru.


 

Itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara Zamroni Lestiaza.


 

Menurutnya, selama ini produk furniture dan ukir Jepara memang banyak diekspor ke luar negeri. Namun, sejauh ini belum begitu banyak menjangkau negara di Amerika Latin dan Karibia.


Usai mendapat kunjungan dari delegasi negara-negara Amerika Latin dan Karibia pekan lalu, pihaknya pun menargetkan agar komoditas produk furniture dan ukir bisa menjangkau negara-negara tersebut.


 

”Paling tidak, harapannya bisa membuka pasar baru. Karena saat ini masih jarang yang ekspor ke sana, Amerika Latin dan Karibia, Ujar Zamroni, Rabu, (5/6/3024).


 

Disisi lain, unek-unek pengrajin kayu atau tukang kayu yang gajinya masih dengan gaji lama dan tak kunjung naik pun diungkapkan di media sosial.

Bacaan Lainnya

 

“Ya mas, bayaran ya masih sama dari jaman Soeharto, mentok seminggu 500/600 itu sudah bagus sekali, kulinya itu pada mengeluh. Yang kaya Bosnya tapi kulinya ya gajinya cukup untuk beli beras ya sudah Alhamdulillah, yang penting anak istri bisa makan, ” ujar netizen Jepara beberapa hari yang lalu.


 

Ia menambahkan, “Di Jepara masalah gaji itu gak ada peningkatannya dari jaman saya masih bocah hingga sekarang punya anak, dan jaman sekarang uang 50 ribu itu ga ada harganya gan juragan, klo cuma 70 sampai 80 ribu itu habis buat makan sehari, ” imbuh keluh kesah netizen Jepara yang diketuai bekerja sebagai tukang kayu.


 

Selain itu, tukang kayu yang lainnya juga mengeluhkan kondisi gaji yang sudah tak sesuai dengan kebutuhan di kehidupan saat ini, “Harusnya di kembalikan seperti zaman dulu. Produk mentah di garap pengrajin lokal. Trus pabrik garap 60 sampai 70% saja. Lah sekarang rata-rata pabrik memproduksi sendiri, jadi pengrajin lokalan banyak yang bangkrut, ” harapnya dari netizen Jepara.


 

“Tau gak lokalan mumet, harga makin murah dan bahan-bahan kayu makin naik harganya. Trus gaji kuli atau tukang kayu tidak naik-naik. Apalagi sudah tidak ada yang mau belajar jadi tukang kayu atau pengrajin kayu, ” tutur kesal netizen Jepara.


 

Tak hanya itu, “Ya produk impor harga barang makin tinggi tapi kulinnya makin murah gajinya kayak romusa, ” tutur netizen Jepara.


 

“Kulinnya tambah nyungsep juragannya tambah milyarder. Timpang banget, ” imbuh netizen Jepara.


 

“Makanya sekarang banyak yang alih profesi jadi kuli bangunan, pegawai pabrik dan lainnya, karena notabenenya untuk gajinya bisa di pastikan, ” komentar netizen Jepara lainnya.***

Sumber: RK dan netizen Jepara.

Pos terkait