Inilah Klarifikasi Resmi dari Kepala Sekolah SMP di Kuwasen Jepara

Foto, sekolah (SMP negeri di wilayah desa Kuwasen, Jepara.

Global7.id – Jepara,

Melanjutkan berita sebelumnya tentang salah satu murid SMP di wilayah Desa Kuwasen, Jepara, yang tidak bisa ikut tes ulangan pada Senin, (3/6), awak media telah mengkonfirmasi pihak kepala sekolah.


Adapun alasannya, mengapa salah satu murid SMP di Kuwasen Jepara tidak bisa mengikuti tes ulangan pada Senin kemarin. Agus memberikan klarifikasinya melalui surat resmi, “Kepada ortu murid tsb disampaikan bahwa sekolah bukan melarang Ardian untuk mengikuti tes, melainkan menunda ybs mengikuti tes dengan tujuan menjaga kondusivitas sekolah dan melindungi Ardian dari bullying yang bisa saja dialaminya. Hal itu disebabkan Ardian masih berurusan dengan pihak berwajib terkait kasus hukum yakni ditangkap masyarakat karena mencuri ayam di desa Mambak yang beritanya menjadi viral dan semua murid maupun warga sekolah mengetahui viralnya berita tsb. Kepadanya akan diberikan kesempatan untuk mengikuti tes setelah kasusnya kami pastikan tidak menimbulkan dampak bagi murid- murid kami yang lain maupun terhadap Ardian sendiri sebagai antisipasi awal mencegah perundungan oleh murid- murid lain yang mengerti kasusnya karena sudah viral di antara murid- murid kami juga. Berkaitan dengan kondusivitas yang sudah dapat kami atasi, terhitung hari ini, Selasa 4 Juni 2024 murid Ardian sudah mengikuti tes yang dimaksud tanpa perlakuan yang berbeda dari murid lain, sebagaimana bukti foto yang kami ambil pada saat ybs.berada di ruang kelas, ” bunyi surat resmi dari kepsek SMP di Kuwasen Jepara.


 

“Terhadap berita bahwa ybs diminta mengundurkan diri adalah tidak benar. Namun, merupakan bentuk saran untuk pengawasan yang lebih efektif dari pihak keluarga dan mengarahkan dan menambah kegiatan pada kesibukan yang lebih positif. Saran tsb disampaikan oleh guru BK pada saat berkomunikasi dengan orang tua (ibu) Ardian pada hari Senin, 3 Juni 2024. Pada pertemuan tsb. Guru BK memberikan saran karena diminta oleh ibu ibu Ardian akibat perkembangan Ardian di sekolah. Oleh guru BK disarankan agar Ardian menekuni bidang otomotif melalui jalur non- formal (kursus) sebagaimana disampaikan ibunya bahwa Ardian menyukai bidang tsb. Pada akhirnya, ibunya memang tidak menyepakati usul tsb. Tetapi melanjutkan dengan menanyakan tempat kursus dimana, dsb.yang kemudian kami tanggapi sebagai bentuk persetujuan, ” tulis dari surat resmi atau klarifikasi dari kepsek SMP di Kuwasen Jepara.


 

Dengan tujuan supaya murid yang terlibat pencurian ayam tidak di bully oleh teman-temannya dan hari Selasa, (4/6) anak tersebut sudah bisa mengikuti tes ulangan sekolah.


 

Sementara, Yufianti wali murid dari Muhammad Ardian Rahmadan mengaku bahwa anaknya terlibat permasalahan pencurian ayam yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.


 

“Kemarin tidak di perbolehkan ikut tes pak (Senin, 3 Juni) tp hari ini td pagi anak saya di jemput sama kepala sekolah untuk di ajak berangkat sekolah bareng, (tetangga kepala sekolah, red), ” ujar warga desa jambu, kecamatan Mlonggo.


 

Ia menambahkan, “Alhamdulillah hari ini sudah bisa ikut tes ulangan. Ya Karena kasus pencurian ayam kemarin pak yg lagi viral, ” tambahnya.


Kemudian, Yufianti menceritakan kronologi kejadian, “Sebenarnya asal mulanya anak saya itu di ajak temennya di suruh nganter, trs akhirnya anak saya ikut ngambil dan itu pun atas suruhan temannya, ” katanya.


 

Bacaan Lainnya

“Temannya jg tak tanya asal mulanya yg ngajak mencuri itu siapa? Anaknya bilang saya buk, ” lanjutnya.


“Pas yg ketahuan di Desa Mambak itu anak saya blm sempat ngambil tp sudah ketahuan warga. Katanya dia di suruh temannya kan ada kandang ayam di dpn rmh, dia di suruh turun suruh lihat apakah kandang itu ada ayamnya apa tidak. Klo ada ayamnya mau di ambil besoknya lagi, kata temannya pak, ” imbuhnya.


“Anak saya lalu turun lihat kandangnya lalu ketahuan warga pak, ” pungkasnya, Selasa (4/6/2024).


 

Dari informasi berbagai sumber, kejadian pencurian ayam itu sudah diputuskan titik damai dan dimusyawarahkan secara kekeluargaan.


 

Sebagai informasi, dari kejadian diatas kita bisa menyimpulkan bahwa, pengawasan dan mendidik anak hingga dewasa itu sangat dianjurkan dalam perkembangan anak itu sendiri, jadi jangan pernah lelah dan lengah untuk pengawasan terhadap anak hingga dewasa kelak. Dari lingkungan yang baik maka akan menumbuhkan keluarga yang baik juga..***

Sumber: G7.

Pos terkait