Cuaca Ekstrim, 8 SD di Welahan Jepara Rusak Diterjang Hujan Badai

Foto, Salah satu bangunan SDN 4 Ujungpandan yang rapuh dan rawan runtuh.

Global7.id – Jepara,

Hujan lebat dan angin kencang yang semakin intens menerjang wilayah kabupaten Jepara turut memberi dampak pada sejumlah bangunan sekolah. Akibat hujan dan angin kencang, bangunan sekolah yang sudah rapuh menjadi rusak parah.


 

Ruang kelas, atap hingga pondasi pagar ikut ambrol. Ini terjadi di sejumlah sekolah dasar di kota ukir. Salah satunya, SDN 4 Ujungpandan Kecamatan Welahan. Terdapat bangunan yang atapnya sudah ambrol. Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah SDN 4 Ujungpandan, Supriyadi.


 

Ia mengatakan bangunan sekolah sudah rapuh dan rusak sejak 2 tahun yang lalu. Namun karena ada hujan dan angin kencang terus menerus belakangan ini, atap semakin ambrol dan kayu yang menopang menjadi patah. Sehingga kerusakan menjadi semakin parah.


 

“Gedungnya tidak kami pakai, khawatir kalau membahayakan. Atapnya sudah rapuh, kayunya sudah putus,” jelas Supriyadi.


 

Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Ali Hidayat melalui Kepala Bidang SD Edi Utoyo turut buka suara.


Ia mengatakan, ada lebih dari 10 sekolah (SD) yang telah melaporkan sejumlah kerusakan bangunan setelah hujan dan angin kencang intens menghadang Jepara.


 

Diantaranya sebagai berikut:

1. SDN 3 Bugo di bagian atap ambrol.

2. SDN 2 Bungu (pondasi pagar belakang ambrol sehingga berdampak pada ruang kelas.

Bacaan Lainnya

3. SDN 4 Mindahan di bagian ruang kelas ambrol.

4. SDN 3 Damarwulan di bagian atap WC ambrol.

5. SDN 12 Karanggondang dan SDN 4 Mayong Lor di bagian ruangan banjir masuk ruang kelas.

6. SDN 2 Kembang yang wilayah sekolah dikepung air hujan.

7. SDN 1 Kaligarang di bagian pagar belakang ambrol setelah hujan deras.

8. SDN 2 Bategede tembok ruang kelas retak berat.


 

Atas kejadian ini, pihaknya mengarahkan masing-masing sekolah untuk melakukan mitigasi bencana dan mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke lokasi yang lebih aman.


 

“Bisa gabung kelas, gabung belajar di musola atau perpustakaan sekolah atau Diniyah terdekat,” jelas Edi.***

Sumber: RK.

Pos terkait