Pratikno Berharap Panggung Hiburan di Objek Wisata Dimaksimalkan

Global7 Senin 6 November 2021

Global7 Jepara – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Pratikno, meminta dan berharap  keberadaan panggung hiburan di objek wisata dimaksimalkan. Fasilitas ini sangat penting sebagai sarana untuk expresi juga pengudang pemasukan yang luar biasa untuk tempat wisata tersebut  juga pemasukan pemerintah daerah.

 

 

“Tadi saat menerima audiensi teman-teman PAMMI (Persatun Artis Musik Melayu Indonesia) ada beberapa yang saya sampaikan. Diantaranya soal keberadaan panggung di objek wisata. Dalam waktu dekat Disparbud (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) akan kami panggil,” ujar Pratikno, politisi Partai NasDem, Senin, 6 Desember 2021.

 

Lebih lanjut Pratikno menyampaikan, memaksimalkan keberadaan panggung hiburan diobjek wisata dapat dimulai ketika kasus perkembangan dan penularan covid-19 dapat terkendali. Saat ini, terdapat dua panggung hiburan yang dimiliki pemerintah kabupaten. Yaitu satu panggung di objek wisata Pantai Kartini dan di kawasan Stadion Gelora Bumi Katini (SGBK).

 

 

“Sayang kalau sudah dibuat mahal-mahal tapi tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Dan itu (panggung) bisa dipakai teman-teman musik untuk tampil,” kata Pratikno yang juga menjabat Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Jepara.

 

Sayang kalau sudah dibuat mahal-mahal tapi tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Dan itu (panggung) bisa dipakai teman-teman musik untuk tampil,” kata Pratikno yang juga menjabat Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Jepara.

 

 

Bacaan Lainnya

Berkait permasalahn yang disampaikan PAMMI, soal perhatian pemerintah daerah terhadap PAMMI, Pratikno menyarakan agar pelaku seni musik dangdut di Kota Ukir membentuk lembaga berbadan hukum.

 

 

“Kalau berbadan hukum kami usahakan untuk bisa membantu,” ujar Pratikno.

 

 

Ketua PAMMI Kabupaten Jepara, Lukito, mengatakan sampai saat ini organisasi yang dipimpinnya tak tersentuh bantuan dari pemerintah daerah. Selain mewadahi artis musik dangdut, PAMMI di Jepara juga menaungi organisasi musisi dangdut. Juga pekerja diindustri hiburan musik dangdut.

 

Kami ini sudah ada lam di Jepara, tapi sampai sekaran belum pernah mendapat bantuan seperti organisasi-organisasi lainnya. Jadi kedatangan kami ke sini, ya selain memperkenalkan diri juga menyampaikan persoalan tadi itu,” kata Lukito yang memiliki nama panggung Mister Black. ***

 

Pos terkait