Global7.id – Nasional,
32 Ribu Pegawai SPPG Langsung Jadi PPPK menjadi isu yang ramai dibahas setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hidayana mengungkapkan bahwa ribuan pegawai inti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan dilantik pada 1 Februari 2026.
Pengangkatan kilat ini langsung memantik perhatian publik karena dinilai begitu cepat, sementara di sisi lain banyak guru honorer yang sudah mengabdi bertahun-tahun masih harus menunggu kepastian status.
Informasi itu disampaikan Kepala BGN Dadan Hidayana usai rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Yang bikin publik ramai bukan cuma angkanya yang fantastis, tapi juga kecepatannya. Baru berjalan sebentar, status ASN sudah di depan mata. Sementara di sisi lain, guru honorer yang sudah belasan bahkan puluhan tahun mengabdi, masih banyak yang hidup dalam ketidakpastian.
3 Posisi Ini yang Langsung Diangkat PPPK
Dadan menjelaskan, setiap SPPG akan ditempatkan tiga perwakilan BGN sebagai pegawai inti, yaitu:
•Kepala SPPG
•Akuntan
•Ahli gizi
“Setiap SPPG itu ditempatkan tiga perwakilan BGN. SPPG-nya milik mitra, relawannya berkoordinasi dengan mitra,” kata Dadan.
Tiga posisi inilah yang disebut akan direkrut menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) lewat jalur PPPK.
Tahapan Sudah Jalan, Tinggal Tunggu NIP Terbit
Menurut Dadan, prosesnya sudah masuk tahap administrasi penting: pengisian daftar riwayat hidup hingga pengusulan nomor induk PPPK (NIP).
“Kami sedang dalam tahap pengisian daftar riwayat hidup dan pengusulan nomor induk PPPK sehingga diperkirakan mereka akan menjadi PPPK mulai 1 Februari 2026,” ujarnya.
Dadan juga menyebut, 32 ribu calon PPPK ini akan melengkapi 2.080 ASN SPPG BGN yang lebih dulu bertugas sejak Juli.
Publik Langsung Bandingkan: “Guru Honorer Kapan?”
Begitu pernyataan itu muncul, reaksi publik langsung mengarah ke satu hal: perbandingan dengan nasib guru honorer.
Di media sosial, banyak yang menyebut kebijakan ini terasa “ngebut”, karena pengangkatan PPPK di sektor lain khususnya pendidikan sering dianggap jauh lebih panjang prosesnya.
Padahal, guru honorer selama ini dikenal sebagai “tulang punggung sekolah”, terutama di daerah yang kekurangan tenaga pendidik. Namun realitanya, masih banyak yang:
- gajinya minim
- statusnya tidak jelas
- harus menunggu seleksi berkali-kali
- kalah kuota atau terbentur syarat administrasi
Sementara kabar dari BGN justru menunjukkan jalur pengangkatan bisa berjalan cepat ketika program dianggap prioritas.
Program Gizi Penting, Tapi Kenapa Terasa Tidak Adil?
Di satu sisi, program pemenuhan gizi nasional memang membutuhkan sistem kerja profesional dan tenaga ahli agar berjalan rapi dan tepat sasaran.
Namun, di sisi lain, muncul pertanyaan besar yang bikin publik panas:
Kalau 32 ribu pegawai bisa cepat dilantik PPPK, kenapa guru honorer yang mengabdi bertahun-tahun masih harus terus menunggu?
Isu ini diprediksi bakal terus bergulir, apalagi menyangkut dua hal yang sama-sama penting: gizi dan pendidikan.
Yang satu dipercepat, yang satu masih tersendat.
Dan di tengah situasi itu, guru honorer lagi-lagi cuma bisa… gigit jari.
G7/TEAM










