Global7.id – Grobogan,
Seorang pria nekat menabrakkan diri ke kereta api yang melaju kencang sekitar pukul 09.30 WIB pagi tadi. Akibat benturan yang keras, tubuh korban terpental dan sudah tidak utuh lagi. Sebelum dimakamkan, jenazah korban sempat dibawa ke RSUD Purwodadi.
Korban diketahui bernama Dodi Dores (34), warga Dusun Tempuran RT 7 RW 2 Desa Pilangpayung, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. (9/8/2021)
Dari informasi yang didapat, Muhamad Saironi(43) teman korban, sempat pergi bersama korban ke sawah. Sekitar pukul 08.00 WIB, keduanya pulang bersama ke rumah Saironi. Korban sempat tidur dan ditinggal bersih-bersih halaman rumah.
Usai bersih-bersih, Saironi masuk ke rumah. Namun ia tidak menemukan korban. Sekitar pukul 09.35 WIB, ia mendengar ada suara kereta api berjalan pelan-pelan dari arah timur menuju ke barat. Seketika itu, ia langsung pergi menuju ke jalur kereta api yang berada di belakang rumahnya.Saironi kaget saat melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, diduga akibat tertabrak kereta api. Ia pun langsung berteriak minta tolong. Warga pun berdatangan mendengar teriakannya. Kejadian ini langsung dilaporkan ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke mapolsek Toroh.
” Diduga korban menabrakan diri ke kerata api akibat depresi. Menerut keterangan teman korban,bahwa korban pada hari Minggu (8/8/2021) pagi, sempat melukai diri korban sendiri pada bagian leher dengan menggunakan silet. Korban sempat berpesan, minta untuk memulyakan anak dan istri korban,” jelas Kapolsek Toroh, AKP Darmono.
Kondisi kedua kaki korban mengalami patah tulang dan kepala korban hancur, dan pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda adanya penganiayaan.
” Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Kesehatan dari Puskesmas Toroh 1 dan Unit Inafis Polres Grobogan, jenazah korban dibawa ke RSUD Purwodadi untuk dilakukan pemulasaran jenazah,” ungkap AKP Darmono.










