Global7.id – Jepara,
Kurma, buah khas dari Arab Saudi sudah familiar menjadi hidangan pembuka maupun sekadar takjil untuk berpuasa. Kurma yang diolah menjadi kurma coklat justru mulai digemari banyak orang.
Aydha, pemilik bisnis kurma coklat asal Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara ini ikut merasakan berkah bulan suci ramadhan. Produksinya laris manis dibeli banyak pelanggan sebagai santapan takjil berbuka puasa.
Rasanya yang manis dan dipadukan dengan coklat membuat coklat kurma milik Aydha bahkan laku di luar negeri. Pesanannya tak hanya sampai daerah lokal, tetapi juga merambah pangsa internasional seperti negara Malaysia.
“Sejak 2015 lalu, mulai menggeluti bisnis coklat kurma (Coma) ini, awalnya hanya memposting di media sosial saja,” ujar Aydha, Jumat (22/3/2024).
Lambat laun, semakin banyak teman-teman dan pelanggan yang menyukai produk coklat kurma Aydha. Kini, sudah 9 tahun dia menekuni bisnis tersebut.
Ia menambahkan, “Sekarang sudah mempunyai brand sendiri, sertifikasi halal dari MUI dan izin PIRT,” imbuh Asydha.
Dia mengaku, produksi coklat kurma hanya pada saat momen Ramadhan. Meski begitu, dirinya sudah bisa meraih omzet hingga puluhan juta.
Aydha membuat dua varian untuk produk coklat kurmanya. Varian isi kacang mete dan kacang almond. Satu toples coklat kurma dia jual seharga Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu. Menurutnya, Aydha yang pertama kali di Jepara menciptakan produk coklat kurma.
Pemilihan bahan yang berkualitas membuat rasa coklat kurma miliknya lebih enak. Dalam satu bulan, dirinya bisa memproduksi coklat kurma sebanyak 100 kilogram.
“Sudah ada 150 sampai 200 pack kurma yang dibuat, menghabiskan 30 kilogram kurma. Target puasa ini bisa habiskan 100 kilogram,” katanya.
Biasanya, kata Aydha, pesanan akan melonjak pada saat menjelang lebaran. Aydha memasarkan produk coklat kurma miliknya melalui media sosial dan 20 resellernya.
“Mendekati 10 hari sebelum idul Fitri, semoga ada lonjakan pesanan seperti tahun-tahun sebelumnya,” harapnya.***
Sumber: SM.










