Tanggul Sungai Jebol, 1500 Rumah Terendam Banjir di Sowan Kidul Jepara

Foto, banjir di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.

Global7.id – Jepara,

Curah hujan ekstrim mengguyur beberapa hari terakhir ini membuat tanggul sungai jebol di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Tanggul kali mengakibatkan air meluap ke pemukiman warga.


 

Wawan Setiawan, warga setempat di Desa Sowan Kidul RT04/03 mengatakan, “Air datang dari tanggul yang jebol trus mengakibatkan air sungai meluap, yang paling parah di sekitar pasar, ” ujarnya, Minggu, (17/3/24).

Ia menambahkan, “Air datang sesudah sahur mas, ” tambahnya.


 

Sebanyak 1.500 rumah warga Desa Sowan Kidul terendam banjir akibat luapan sungai. Pantauan di lapangan, sekitar pukul 09.00 WIB, air sudah menggenangi sebagain besar permukiman


 

Bahkan, air sudah masuk ke rumah warga dengan kedalaman hampir 4-60 sentimeter. Kedalaman air yang sama juga berada di jalan utama Desa.


Petinggi Desa Sowan Kidul, Ahmad Duri mengatakan, “Banjir mulai naik ke pemukiman itu sebenarnya sejak Sabtu lalu. Namun sempat surut, ” ujarnya.

Lanjutnya, “Banjir kembali naik ke pemukiman warga pada kemarin sore. Luapan Sungai Jratun Seluna yang semula masih merendam area persawahan langsung naik ke permukiman, ” imbuhnya.


 

Dhuri menyebutkan, hingga pagi ini telah ada sebanyak 320 kartu keluarga (KK) atau 1.164 warga yang terdampak banjir. Yang berada di RT 1 RW 2 278 jiwa, 504 jiwa di RT 2 RW 2 dan 382 di RT 3 RW 3.


 

”Kami sudah siapkan penampungan untuk pengaman sementara. Tapi sebagian besar warga mengungsi ke rumah kerabatnya,” katanya.

Bacaan Lainnya

 

Untuk sekolah-sekolah yang terendam banjir juga terpaksa meliburkan siswanya. Yakni di SD 1 Sowan Kidul, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah dan Taman Kanak-kanak.


 

”Sekolah terpaksa diliburkan. Karena kondisi tidak memungkinkan,” jelas Dhuri.


 

“Semalam, Tagana Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Jepara telah mendirikan dapur umum. Untuk makan sahur, dapur umum hanya sanggup membuat 600 nasi bungkus.” tuturnya.


”Tadi malam buat 600 bungkus tidak cukup. Sekarang sudah seribu lebih warga yang terdampak,” pungkas Dhuri.

Sumber: L7.

 

Pos terkait