Imbas Hasil Laga Persekat Tegal vs Persijap Jepara, Brigjen Krishna Murti Sentil Wasit Main Mafia Bola di Liga 2

Foto, pertandingan Liga 2 2023-2024 yang mempertemukan Persekat Tegal vs Persijap Jepara berakhir dengan skor imbang 0-0.

Global7.id – Sepakbola,

Imbas hasil laga Persekat Tegal vs Persijap Jepara, Brigjen Krishna Murti menyentil soal wasit main mafia bola di Liga 2 2023/2024. Krishna Murti yang kini menjabat sebagai Dewan Pembina Persijap Jepara murka dengan ulah wasit Liga 2. Hal ini khususnya wasit yang mengawal pertandingan Persekat Tegal vs Persijap jepara pada Sabtu (2/12/2023).


 

Perlu diketahui, pada laga yang digelar di Stadion Mochtar tersebut berakhiran 0-0 meski tim tamu sudah mencetak dua gol. Sayangnya, dua gol yang dicetak Persijap Jepara semuanya dianulir oleh wasit.


 

Kedua gol yang dicetak Indra Arya semua dianulir oleh hakim garis karena dianggap off-side. Keputusan tersebut sangat kontroversial karena Indra Arya nampak bukan pemain terakhir yang mendapatkan bola. Artinya, gol tersebut harusnya disahkan.


 


Jelang pertandingan berakhir, Persekat Tegal mendapatkan voucher gosok dari wasit. Tepatnya pada menit 80, Persekat memiliki peluang besar unggul setelah wasit memberikan penalti.

 


Beruntung, bola masih bisa dihalau oleh Andriyas Fransisco. Akhirnya skor kacamata berakhir tanpa pemenang. Padahal Persekat Tegal dan Persijap Jepara sedang sama-sama berebut tiket 12 besar dari grup 3.

 


Atas keputusan wasit yang kontroversial ini, Dewan Pembuna Krishna Murti buka suara menyebut ada aroma main-mainan mafia di kompetisi Liga 2. Krishna Murti juga mewanti-wanti wasit yang memimpin laga Persekat vs Persijap agar tak berlaga menderita ketika ditangkap oleh satgas.


 

Bacaan Lainnya

Sindiran tajam-pun dilontarkan anggota perwira tinggi Polri tersebut, “Wasit2 Liga 2 mulai main2 mafia2an. Nanti kalau ditangkap Satgas jangan belagak paling menderita ya. pak Wasit BK, AMR, JLHM. Cukup ya ngerjain klub2 Liga 2 hanya karena uang secuil tapi menyakiti hati ribuan supporter,” tulis @krishnamurti_bd91, dalam postingan potret dua wasit yang memimpin pertandingan Persekat vs Persijap.


 


Akun resmi @persijap_jepara pun ikut memberikan komentar, klub meminta wasit untuk bermain sesuai aturan, “Kita diam krn menghargai federasi. Tapi sebaiknya kami mohon, bermainlah sesuai aturan, Dear @pssi. Maturnuwun Bpk Ku Yth Dewan Pembina @krishnamurti_bd91 Sehat sehat selalu pak,” tulis @persijap_jepara.


 

Usut punya usut, ternyata wasit yang disoroti Persijap Jepara, Bagus Kurniawan sudah pernah menjalani masa hukuman berupa pembinaan dari PSSI. Bagus Kurniawan disebut telah melakukan kecerobohan pada pekan enam Liga 2 dalam memimpin pertandingan Deltras FC vs Persela Lamongan.


 

Jika benar keputusan wasit ada unsur kecerobohan atau bahkan mafia sepak bola, maka Persijap Jepara sangat dirugikan.


Persijap dan Persekat saat ini masih saling sikut untuk mendapatkan tiket 12 besar menemani Persela Lamongan dari grup 3. Semua klub di grup 3 sendiri masih bisa lolos ke babak 12 besar.


 


Namun bagi Persijap Jepara, mereka hanya perlu dua kemenangan di laga terakhir untuk mengamankan tiket 12 besar. Persekat Tegal yang hanya punya tabungan satu laga memiliki peluang lebih kecil ketimbang Persijap Jepara.


 

Terpisah, Penasihat klub Liga 2 Semen Padang, Andre Rosiade melaporkan adanya dugaan kecurangan wasit saat timnya menghadapi Sriwijaya FC.


 

Selain melapor ke PSSI dan PT LIB, Andre Rosiade juga melaporkan permasalahan ini kepada Satuan Tugas (Satgas) Independen Antimafia Bola.


 


Ketua Satgas Antimafia Bola, Maruarar Sirait mengatakan pihaknya bakal memproses laporan yang sudah disampaikan Andre Rosiade kepada pihaknya.


 

“Tadi kami sudah berdiskusi mendengarkan laporan, nanti juga tolong dilengkapi ya Pak Andre, supaya nanti kami bawa ke rapat dan kami akan bentuk tim verifikasi,” kata Maruarar Sirait di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu (5/10/2023).


 

“Kami mohon doanya ini momentum karena masyarakat Indonesia sangat mendukung sepakbola Indonesia dan siapapun yang merusak itu harus kita habisi dari bumi Indonesia tanpa ragu-ragu,” pungkasnya.***

Sumber: BP.


Tag

Pos terkait