Global7.id – Jepara,
Dalam kehidupan kita sehari-hari tidak terlepas dari penawaran berbagai produk barang dan jasa baik melalui iklan di media massa, iklan di jalan umum, iklan lewat surat, iklan lewat email, telepon tele marketing, penjualan langsung, dan lain sebagainya.
Tidak sedikit perusahaan yang menurunkan langsung para sales penjualan ke calon target konsumen baik di tempat perbelanjaan, di kantor, di sekolah/kampus, di rumah, di tempat umum, dan lain-lain.
Apabila para sales man atau sales girl tersebut melihat kita sebagai orang yang memiliki potensi untuk membeli produk yang sedang dijualnya maka mereka akan mencoba untuk menawarkan produk yang dijualnya kepada kita.
Keberadaan mereka terkadang cukup mengganggu jika kita tidak tertarik pada barang maupun jasa yang sedang ditawarkan kepada kita.
Oleh sebab itu, diperlukan cara-cara yang tegas dan sigap untuk sesegera mungkin menolak tawaran sales yang produknya tidak menarik, atau ada ketertarikan namun tidak ingin membelinya sekarang.
Jadi apabila kita tidak tertarik, janganlah kita berlama-lama mendengarkan bujuk rayu mereka agar waktu dan tenaga mereka tidak terbuang sia-sia hanya karena kita merasa tidak enak menolak mentah-mentah barang dagangan salesman.
Salah satu ketua RT 02/03 di kelurahan Bapangan, kecamatan Jepara kota, kabupaten Jepara menanggapi soal datangnya sales yang hanya menawarkan produk kesehatan.
Meskipun sudah ijin ataupun tidak ijin, pihak pemerintah Desa atau kelurahan merasa keberatan karena dianggap meresahkan dan hanya mementingkan kepentingan sales saja.
Hal itu pun ramai diperbincangkan di beberapa group WhatsApp RT maupun kelurahan.
“Info : ini ada seles kesehatan yg mau kunjung di wilayah kita. Dg terpaksa saya mewakili pengurus menolak dg halus *_kehadiran mereka._* Utk itu dimohon warga bisa menolak kehadiran/penawaran mereka. Terima kasih 🙏🙏,” tulis keterangan dalam informasi di group WhatsApp.
Saat dikonfirmasi awak media, ketua RT 02/03 kelurahan Bapangan mengatakan, “Intinya penawaran atau jualan obat mas, Kita berdasar pengalaman² yg dulu.
Kalo msh ngotot masuk nawarin bilang saja tdk dpt rekom ketua RT, ” ujar Muhammad Azab ketua RT di wilayah kecamatan Jepara kota.
Dari penolakan secara halus datangnya sales dari luar kota, perangkat Desa berharap akan kewaspadaan terhadap penjualan yang diduga obat palsu ataupun produk yang belum jelas kualitas dan kuantitasnya.
Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya terjadi penipuan ataupun hal negatif terjadi di wilayah tersebut, maka secara tidak langsung warga setempat akan menanyakan kepada ketua RT, kenapa ada sales yang melakukan tindakan kriminal bisa masuk ke wilayah RT dan RW setempat dan bahkan menyalahkan akan keamanan wilayahnya tersebut.***
Sumber: MA.
Tag










