14 Gunung Tumpeng Disiapkan, Sedekah Bumi di Sowan Lor Jepara Sangat Meriah

Foto, gunungan tumpeng diarak keliling Desa, Sedekah Bumi di Sowan Lor Kecamatan Kedung, Jepara sangat meriah

Global7.id – Jepara, 

 

Upacara sedekah bumi sendiri merupakan tradisi yang dilakukan pada awal bulan Muharam atau Syura. Acara ini digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Maha Kuasa karena telah memberikan bumi tempat kita berpijak dengan segala rezeki berupa hasil bumi untuk keberlangsungan hidup manusia.

 


Salah satu dari Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung yang mempersiapkan 14 gunungan tumpeng berisikan hasil bumi dikirab keliling Desa. Ribuan warga memadati arak-arakan sejauh dua kilometer tersebut. Tak hanya warga dewasa, namun anak-anak ikut berpartisipasi, Kamis (25/5/2023).

 


14 gunungan tumpeng tersebut berasal dari 14 RT yang turut serta. Sedekah bumi dilaksanakan lagi setelah sempat off karena pandemi. Sedekah bumi dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang berlimpah yang diberikan pada tahun ini.


 


Selain itu, harapannya bisa menguatkan kerja sama dan solidaritas sesama masyarakat. Para peserta yang ikut arak-arakan mengenakan seragam khas RT masing-masing. Ada juga yang mengenakan seragam adat khas daerah dan kostum unik.


 

Sementara, gunungan tumpeng yang diarak tingginya mencapai dua meter. Berisikan sayur hijau, jagung, wortel, dan buah-buahan. Gunungan tumpeng juga diisi dengan makanan khas daerah. Gunungan tumpeng diarak menuju Balai Desa. Saat tiba di depan Balai Desa, gunungan akan diperebutkan masyarakat untuk dibawa ke rumah masing-masing.


 

Sebelum arak-arakan dimulai, warga juga membawa bungkusan sembako untuk dibawa ke Balai Desa. Acara ini disebut selamatan. Bingkisan yang dibawa akan ditukar dengan bingkisan dengan milik lainnya yang sudah terkumpul.

Bacaan Lainnya

 



Mashadi, salah satu peserta kirab ini merasa antusias dengan sedekah bumi yang digelar. “Ini termasuk bentuk rasa syukur kita. Nanti gunungannya dibagikan ke orang-orang. Pesertanya pasti ratusan ya. Kalau yang datang bisa seribu lebih,” jelasnya.


 

Selain sedekah bumi, acara juga dimulai dengan khataman Al-Qur’an, Napak tilas sejarah desa, serta pagelaran wayang kulit.***

Sumber: RK.


Tag

Pos terkait