Nasib Naas, Pekerja Panti Pijat di Wedelan Jepara Hamil

Foto ilustrasi, kegiatan Panti Pijat Plus-plus

Global7.id – Jepara,

Sungguh malang nasib yang menimpa gadis berinisial (AL) warga Tanah Abang, Kauman, Jepara kota, kabupaten Jepara yang menjadi korban nafsu birahinya pria hidung belang yang menggunakan jasa panti pijat di rumah HN yang beralamat di wilayah Desa Wedelan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Senin, (01/05/2023).

 


Menurut keterangan dari teman korban (MC) kepada awak media, bahwa tiap anak yang bekerja di rumah (HN) di akui sebagai anak angkatnya kepada pelanggan pijat.

 


Pasalnya AL yang masih berumur 16 tahun yang saat ini kondisi dalam keadaan hamil dan di usir dari rumah HN, MC pun ikut keluar dari rumah HN. Dari keterangan MC bahwa AL saat ini ngekos di wilayah Jepara kota dan tidak berani pulang ke rumah daerah Tanah Abang, kelurahan Kauman, Jepara kota.


 


Rata-rata para pekerja panti pijat yang ada di tempatnya HN awalnya tidak mempunyai keahlian pijat. Namun, hanya janji saja dari HN yang akan memberikan pelatihan cara pijat. Tapi, selama para pekerja di panti pijat dalam bekerja ternyata tidak pernah di berikan pelatihan yang dijanjikan. Justru HN hanya menyuruhnya untuk melayani dengan baik di kamar dan jangan sampai mengecewakan pelanggan.


 

MC juga menyampaikan bahwa di bulan puasa atau ramadhan pun tempat panti pijat tersebut tetap buka seperti hari-hari biasa dan melayani pelanggan. Berdasarkan keterangan dari MC kepada awak media jasa pelayanan pijat dibandrol dengan harga Rp 120.000 sedangkan untuk anak-anak dihargai Rp 50.000 – Rp 70.000.

 


Salah satu warga yang tidak mau menyebutkan namanya memberikan keterangan dengan keadaan rumah HN tampak depan selalu tertutup hanya dibuka di hari tertentu saja.

 

Bacaan Lainnya


Dari pihak Desa maupun masyarakat setempat tidak menyangka kalau lokasi itu ada kegiatan panti pijat plus-plus yang tidak terpantau oleh masyarakat luas.***

Sumber: Patroli 7.


Tag

Pos terkait