Global7.id – Jepara,
Mengenal pijat plus-plus adalah aktivitas memijat seluruh tubuh pelanggan dari kepala sampai ujung kaki, kemudian dilanjutkan dengan layanan tambahan di luar pijat tersebut. Hal ini diidentikkan dengan pekerja seks komersil (PSK) dan dunia prostitusi terselubung dengan dalih memberikan layanan seks melalui jasa pijat. Istilah pijat plus plus cukup familiar di kalangan masyarakat maupun di jagat dunia maya.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara Haizul Ma’arif mendapat laporan terkait praktik prostitusi berkedok pijat plus-plus di Desa Kawak, Pakisaji. Oleh Satpol PP Jepara, ditindaklanjuti dengan pemanggilan kepala pemilik usaha hari ini.
Karena belum lama ini, ada warga yang mengeluhkan keberadaan prostitusi berkedok pijat plus-plus. Lokasinya berada di Desa Kawak, Pakis Aji. Laporan tersebut langsung diterima dan dikoordinasikan langsung kepada pihak terkait.
Warga melaporkan hal tersebut melalui siaran radio Kartini, dalam program Menjaring Aspirasi Masyarakat Jepara. Dalam laporan tersebut dijelaskan, warga resah pada keberadaan pijat plus-plus yang mengarah pada praktek prostitusi. Setelah mendengar, Guz Haiz sapaan akrabnya langsung menghubungi Satpol PP untuk tindak lanjut.
Anwar Sadat, Plt Kepala Satpol PP Jepara mengaku pihaknya sedang mengeksplorasi terhadap aduan tersebut. Pihaknya juga telah melakukan pembinaan kepada pemilik rumah dan memeriksa lokasi tempat pijat terselubung tersebut.
“Masih kami proses tempatnya, dan meminta pemilik untuk datang ke kantor Satpol PP besok Senin (16/1) untuk dimintai keterangan,” jelasnya.***
Sumber: RK.










