Global7.id – Jepara,
Para nelayan di Kabupaten Jepara yang sudah lebih dari sepekan tidak bisa melaut dan meminta Pemerintah (Pemkab) Jepara menyalurkan beras paceklik.
Hal ini menyusul stok cadangan pangan yang dimiliki para nelayan kian menipis. Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Jepara Eko Wilman mengatakan, HSNI sudah mendapatkan desakan dari para nelayan agar beras paceklik dapat segera dibagikan.
”Nelayan sudah sangat membutuhkan beras paceklik. Mereka sering telepon HSNI menanyakan beras tersebut,” ungkapnya Jumat (30/12/2022) kemarin.
HSNI telah mengajukan proposal permohonan beras paceklik ke Pemkab Jepara, Rabu (28/12/2022).
Ia menyertakan sekitar 11 ribu nelayan yang diajukan mendapatkan beras itu. Ia berharap, proposan yang diajukan bisa segera ditanggapi pemerintah dan segera menyalurkan bantuan tersebut kepada para nelayan.
Pada tahun-tahun sebelumnya, proposal selalu diajukan jauh-jauh hari sebelum musim baratan atau cuaca buruk semacam ini tiba.
”Pada tahun 2019 dan 2020 baratan yang ekstrim tiba di bulan Maret. Tapi tahun ini, sekarang ini masih awal baratan, tapi sudah ekstrim,” jelas Eko.
Eko mengatakan, penyaluran beras paceklik biasanya tidak bisa dilakukan cepat. Pasalnya, masih ada sejumlah hal, termasuk anggaran, stok beras dan jumlah pasti penerima, yang harus dibahas oleh pemerintah.
Tahun-tahun sebelumnya, kata Eko, masing masing nelayan menerima beras paceklik sebanyak 5 kilogram. Meskipun jumlahnya tak banyak, bagi para nelayan sangat membutuhkan itu untuk meringankan beban harian selama tak melaut berhari-hari.
”Meski sedikit, kami mohon pemerintah memperhatikan kami. Para nelayan rakyat kecil,” bebernya.
Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menyatakan, beras paceklik diusahakan agar bisa segera disalurkan kepada nelayan.
Ia tidak mau nelayan menunggu lama karena urusan-urusan seperti proposal atau lainnya. Mengingat kondisinya sudah darurat.
Saat ini stok beras di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jepara masih ada 12 ton. Beras tersebut merupakan stok akhir di tahun 2022 ini.
”Secepatnya diusahakan para nelayan untuk dibantu,” tegasnya.***
Sumber: SM.
Tag










