Global 7 Jepara – Bupati Jepara Dian Kristiandi, S.Sos mengadakan Launching “Gerakan Yuk Sekolah Maneh” di Pendopo Jepara. Selasa, 07/12/2021
Jepara terpilih menjadi salah satu kabupaten Piloting Replikasi Program Penanganan Anak Tidak Sekolah (P-ATS) di Jawa Tengah. Sebanyak 102 ATS di empat desa mendapat pembinaan.
Dian Kristiandi menargetkan penanganan terhadap Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Jepara dapat diselesaikan dalam empat tahun mendatang. Hal ini disampaikan oleh bupati saat melaunching Gerakan Yuk Sekolah Maneh di Pendapa RA. Kartini Jepara.
Andi mengungkapkan jika berdasarkan data Susenas tahun 2019, terdapat 17.065 ATS di Kabupaten Jepara. ATS ini terdiri dari anak tidak pernah sekolah, anak putus sekolah, dan anak tidak melanjutkan sekolah.
“Kita ingin dalam empat tahun, penanganan ATS ini bisa selesai dan semua desa sudah mereplikasi gerakan Yuk Sekolah Maneh ini,” Ucap Andi.
Pihaknya menyebut memang banyak faktor yang menyebabkan ATS ini, diantaranya memang anak tidak mau sekolah, faktor ekonomi, pernikahan anak, penyandang disabilitas, pekerja anak, faktor sosial budaya dan faktor-faktor lainnya.
“Ini menjadi gambaran begitu kompleksnya isu dan permasalahan anak tidak sekolah yang kita hadapi,” lanjut Andi.
Lebih lanjut politisi PDIP ini meminta sinergi antar semua elemen dalam menjalankan program ini. Sebab gerakan yuk sekolah maneh ini menggunakan konsep kolaborasi berjenjang. Yakni dengan menjalin kemitraan bersama antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa serta pihak-pihak lain non pemerintah.
“Tujuan dari kegiatan ini yakni sebagai upaya percepatan penanganan anak tidak sekolah dan memastikan anak usia 7-18 tahun dapat bersekolah sesuai dengan jenjang pendidikannya. Dan ini memang menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah,” jelas Andi.
Dalam launching ini hadir juga perwakilan Unicef wilayah Jawa Bali Yuanita Marini Nagel, pimpinan perangkat daerah terkait serta perwakilan anak yang putus sekolah.
(Setiyadi global7)










