GLOBAL7 JEPARA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara, Drs. H. Junarso, mendorong pendidikan politik yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda. Menurutnya, isu pendidikan, lapangan kerja, dan masa depan anak muda perlu menjadi bagian penting dalam upaya membangun kesadaran politik masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Junarso dalam pertemuan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara, Rabu (14/10/2026). Pertemuan membahas koordinasi pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan, evaluasi pemilu, serta pendidikan politik dan partisipasi masyarakat.
Junarso mengapresiasi pelaksanaan Pemilu 2024 di Kabupaten Jepara. Ia menilai komunikasi antara KPU sebagai penyelenggara pemilu dan partai politik sebagai peserta pemilu penting untuk mengevaluasi pelaksanaan pemilu sekaligus merumuskan perbaikan ke depan.
Partisipasi pemilih dalam Pemilihan Anggota DPRD Kabupaten Jepara pada Pemilu 2024 mencapai 85,48 persen, meningkat dibandingkan Pemilu 2019 yang sebesar 82,87 persen. Dengan demikian, partisipasi pemilih naik 2,61 persen.
Meski partisipasi meningkat, Junarso menegaskan bahwa pendidikan politik tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan. Masyarakat perlu memahami bahwa politik dan kebijakan publik berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pendidikan, kesempatan kerja, peluang usaha, hingga kesejahteraan.
Junarso juga menegaskan komitmen PDI Perjuangan Kabupaten Jepara untuk terus melaksanakan pendidikan politik bagi masyarakat, khususnya pemilih pemula dan pemilih muda dari kalangan Generasi Z dan milenial. Menurutnya, pendekatan pendidikan politik bagi kelompok tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi, agar demokrasi tidak terasa jauh dari kehidupan mereka.
“Pendidikan politik harus dikemas dengan cara yang relevan dengan kebutuhan anak muda. Isu pendidikan, lapangan kerja, dan masa depan mereka perlu menjadi bagian dari pembahasan, agar generasi muda memahami hubungan antara politik, kebijakan publik, dan kehidupan sehari-hari,” kata Junarso
Ketua KPU Kabupaten Jepara, Ris Andy Kusuma, menyampaikan bahwa KPU Jepara telah menyusun program pendidikan pemilih dengan sasaran berdasarkan segmentasi masyarakat, antara lain kelompok prapemilih dan pemilih aktif.
Dalam diskusi tersebut, KPU juga menyoroti persoalan suara tidak sah. Tantangan partisipasi, menurut pembahasan dalam forum, tidak hanya berkaitan dengan pemilih yang tidak datang ke tempat pemungutan suara (TPS), tetapi juga pemilih yang hadir namun suaranya tidak sah. Persoalan ini dinilai perlu menjadi perhatian bersama melalui pendidikan pemilih yang lebih baik.
KPU Jepara berharap partai politik dapat bersinergi dalam merumuskan konsep pendidikan pemilih dan pendidikan politik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pendidikan demokrasi serta meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat pada pemilu mendatang.
Pertemuan tersebut dihadiri seluruh lima komisioner KPU Kabupaten Jepara, yakni Ketua KPU Ris Andy Kusuma, Haris Budiawan, Siti Suryani, Muhammadun, dan Siti Nurwakhidatun, serta Sekretaris KPU Kabupaten Jepara. Dari pihak DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara, hadir Ketua DPC Drs. H. Junarso bersama jajaran pengurus.
GLOBAL7/SGX










