JEPARA, Global7.id – Daryono, pekerja CV Allpin Furniture di Kelurahan Karangkebagusan, Kecamatan Jepara, masih menjalani perawatan intensif setelah tubuhnya terkena semburan api dalam kebakaran yang terjadi pada Selasa (13/10/2026). Pekerja asal Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling, itu mengalami luka bakar pada bagian kaki, tangan, dan sebagian wajah.
Saat ditemui di ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD R.A. Kartini Jepara, Rabu (14/10/2026), Daryono menceritakan detik-detik saat semburan api tiba-tiba menyambar tubuhnya. Kejadian berlangsung begitu cepat hingga dirinya tidak sempat menyelamatkan diri.
Ia mengaku berusaha berlari ke bagian belakang untuk menghindari kobaran api. Namun, karena tidak kuat menahan panas, ia akhirnya terjatuh.
“Ada letusan seperti di film, seperti naga nyembur. Tidak sempat lari, itu api ke tubuh saya semua. Lalu saya lari ke belakang saking tak kuatnya saya jatuh, panas tidak kuat,” kata Daryono.
Selain Daryono, seorang pekerja asal Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri, juga mengalami luka bakar dalam peristiwa tersebut. Keduanya menjalani perawatan di RSUD R.A. Kartini Jepara. Pekerja asal Tengguli dirawat di ruang intensif atau intensive care unit (ICU).
Sementara itu, seorang pekerja asal Kabupaten Batang meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran tersebut. Jenazah korban telah dibawa pulang oleh pihak keluarga.
Pada Rabu (14/10/2026), Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menjenguk para korban di RSUD R.A. Kartini. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi sejumlah perangkat daerah, Baznas, dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk menyerahkan bantuan kepada para korban.
“Kami bersama perangkat daerah, Pak Dirut RSUD, Baznas, dan PMI menyerahkan bantuan untuk meringankan beban para korban kebakaran di CV Allpin Furniture,” ujarnya.
Gus Hajar mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jepara akan terus memantau kondisi para korban melalui Dinsospermasdes dan RSUD R.A. Kartini. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyebarkan edaran serta panduan standar operasional prosedur (SOP) penanganan kebakaran melalui media sosial, terutama di tengah musim kemarau.
Sementara itu, Direktur RSUD R.A. Kartini Jepara, Hadi Sarwoko, memastikan pihaknya akan memaksimalkan penanganan medis bagi para korban. Kondisi pasien terus dipantau oleh tim medis sesuai dengan kebutuhan perawatan masing-masing.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satpol PP dan Damkar Jepara, Albertus Kurniawan, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 13.05 WIB. Petugas menerima laporan kejadian pada pukul 13.13 WIB dan mulai melakukan pemadaman lima menit kemudian, yakni pukul 13.18 WIB.
Menurut Albertus, keberadaan serbuk kayu yang mudah terbakar menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Setelah melakukan upaya penanganan, petugas mulai mencari korban pada pukul 14.45 WIB.
Sekitar pukul 15.00 WIB, petugas menemukan seorang korban di bawah cerobong blower.
Global7/TY/Diskominfo Jepara










